Antisipasi Pemudik, BPBD Perketat Penjagaan di Tugu Pengantin Pesawaran
BPBD saat melakukan penjagaan ketat di Tugu Pengantin, Pesawaran, Selasa (27/04/2021). Foto: Ragil/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Pesawaran - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan penjagaan ketat dengan membentuk titik penyekatan di Tugu Pengantin, Pesawaran, guna mencegah klaster baru Covid-19 dengan mengantisipasi kedatangan pemudik dari luar kota.
Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.
Titik penyekatan juga terdapat di dua Kecamatan diantaranya Kecamatan Tegineneng dan Kecamatan Teluk Pandan.
Kepala BPBD Pesawaran, Mustari mengatakan, untuk mengantisipasi pemudik dari luar pulau yang berpotensi meningkatkan cluster baru, tim adakan titik penyekatan yang dijaga ketat oleh petugas gabungan.
"Setiap hari petugas gabungan berjaga disini, memantau kendaraan yang lewat, ya selain di Tugu pengantin ada juga di Tegineneng dan Teluk Pandan," kata Mustari, Selasa (27/04/2021).
Tim gabungan yang bertugas melaksanakan penyekatan diantaranya Dinas Perhubungan, BPBD, Kepolisian, TNI dan Satpol PP serta petugas kesehatan dari puskesmas setempat.
Ia menambahkan, penyekatan pemudik dari luar mulai beroperasi dari Senin (26/04/2021) hingga Rabu (26/05/2021) dan akan diperketat sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta adanya sanksi untuk pelanggar.
"Sampai saat ini belum ada peningkatan jumlah pemudik. Dua hari ini kami baru berikan teguran lisan dan tindakan push up untuk yang tidak pakai masker," lanjutnya.
Ia menambahkan, kendaraan pemudik yang melintas di pos penyekatan akan dimintai data dan memeriksa barang bawaan pemudik.
"Kalau untuk teknis pelaksanaannya ya mobil yang kita berhentikan akan kita minta turun penumpangnya, kalau untuk dari daerah mananya kan kita bisa lihat dari plat kendaraan dan kita periksa juga barang bawaannya," terangnya.
Kemudian jelasnya, penumpang akan diminta bukti rapid test yang berlaku selama tiga hari dan akan di cek suhu tubuh serta diberikan masker bagi yang tidak memakai.
"Pemudik nanti kita minta bukti rapid test dan apabila tidak ada kita suruh untuk balik arah untuk melakukan rapid test dulu, selain itu kita juga akan cek suhu tubuh serta penumpang yang memiliki gejala akan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat guna penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
Pos penyekatan yang ada sudah disediakan sarana dan prasarana seperti pengecekan suhu tubuh, hand sanitizer, serta masker untuk pemudik. (*)
Video KUPAS TV : ALAT TES GENOSE MULAI DIGUNAKAN DI PINTU MASUK LAMPUNG
Berita Lainnya
-
Mengapa Pelaku Penembakan Polisi Memilih Bersembunyi di Wilayah Teluk Hantu?
Sabtu, 16 Mei 2026 -
250 Pemuda Tridharma Digembleng di Markas Marinir Lampung, Siap Jadi Generasi Tangguh
Selasa, 05 Mei 2026 -
Kunjungan Kerja Anggota Komisi III DPR RI Sudin di Pesawaran dan Bandar Lampung: Ingatkan Warga Jauhi Narkoba, Pinjol dan Judol
Sabtu, 02 Mei 2026 -
Kronologi Kecelakaan Beruntun 8 Kendaraan di Jalinbar Pesawaran, Dipicu Fuso Rem Blong
Selasa, 28 April 2026








