• Rabu, 12 Mei 2021

Sekda Tanggamus Reaktif RDT Antigen, Jubir Satgas Covid: Pak Lubis Gejala Ringan

Senin, 26 April 2021 - 20.12 WIB
33

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis, dinyatakan reaktif hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen dalam pemeriksaan yang dilakukan Minggu (25/4/2021).

Hal itu dibenarkan oleh Juru bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus, dr. Eka Priyanto. Saat Sekda Tanggamus meminta Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan terkait kesehatannya, oleh tim kesehatan dilakukan pemeriksaan RDT antigen, dan hasilnya reaktif.

Dengan hasil reaktif tersebut, Sekda langsung menjalani isolasi mandiri di rumah. "Pak Sekda ini bergejala ringan, sehingga beliau menjalani isolasi mandiri di rumah," kata Eka, kepada Kupastuntas.co, Senin (26/4/2021) malam.

Menurut Eka, Satgas Penanganan Covid-19 juga langsung bergerak cepat mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti sterilisasi  dan penyemprotan disinfektan di lingkungan Setdakab dan melakukan tracing.

Semua staf Sekda, termasuk Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, Wakil Bupati, A.M. Syafi'i  langsung dilalukan tes antigen. "Alhamdulillah hasil antigennya non reaktif semua," lanjutnya.

Kabar seputar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis, dinyatakan reaktif Covid-19 sejak Minggu (25/4/2021) malam di kalangan jurnalis dan ASN di lingkungan Pemkab Tanggamus tersebut, sangat mengejutkan berbagai pihak.

Pasalnya, Lubis, sapaan akrab Hamid Heriansyah Lubis yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten ini sudah dua kali menjalani vaksinasi Covid-19.

Menanggapi itu, dr. Eka menerangkan, vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd efikasinya (tingkat kemanjuran) sebesar 65,3 persen, sehingga 34 persen masih bisa tertular virus Corona.

"Banyak faktor yang membuat seseorang terserang Covid-19 meski sudah dua kali divaksin. Seperti, daya tahan tubuh, imunitas, gizi yang seimbang, faktor kelelahan fisik dan fsikis," terangnya.

Meski begitu, orang yang sudah divaksin sudah punya kekebalan. Dimana kekebalan yang sudah terbentuk itu akan bekerja keras melawan virus Corona. "Jadi walaupun dia sakit, sakitnya ringan-ringan saja," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : POLISI LAKUKAN PENYEKATAN ARUS MUDIK DI ‘JALUR TIKUS’