• Rabu, 12 Mei 2021

Positif Covid-19 di Tanggamus Tambah 5 Kasus

Minggu, 25 April 2021 - 19.51 WIB
46

Foto: Doc/Kupastuntas.co

Tanggamus, kupastuntas.co - Diduga akibat semakin banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan, kasus positif Covid-19 di di Kabupaten Tanggamus kembali marak. Hari ini, Minggu  (25/4/2021), 5 warga Tanggamus positif Covid-19.

Seperti penambahan Jumat (23/4/2021) dan Sabtu (24/4/2021), penambahan lima kasus hari ini merupakan kasus baru. Meliputi satu kasus di Kecamatan Semaka, dua kasus di Kecamatan Airnaningan, dan dua kasus di Kecamatan Gisting.

Kelima pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu adalah, pasien 573 berinisial RN (23), perempuan, warga Peko  Sudimoro, Kecamatan Semaka.

Kemudian pasien 574 berinisial  L (86), perempuan, dan pasien 576 berinisial HS (83), laki-laki, keduanya warga Pekon Karang Sari, Kecamatan Airnaningan.

"Lalu, pasien 575 berinisial  I (66)  perempuan, warga Pekon Gisting Bawah, Kecamatan Gisting, dan pasien 577 berinisial S (47), laki-laki, warga Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting," kata jubir Satgas Penanganan Covid-19 Tanggamus, dr. Eka Priyanto, Minggu (25/4/2021).

Eka menerangkan, riwayat pasien 573 yang merupakan ibu hamil ini sebelumnya tidak ada riwayat perjalanan ke zona merah. Pasien diantar oleh keluarga ke RS Mitra Husada Pringsewu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan perencanaan persalinan.

Sebelum dilakukan  persalinan oleh tim RS Mitra Husada Pringsewu dilakukan beberapa tindakan yaitu dengan pemeriksaan RT-PCR. Sambil menunggu hasil RT-PCR pasien dilakukan isolasi di RS Mitra Husada.

"Hari ini hasil RT-PCR pasien menunjukkan pasien terkonfirmasi positif covid-19, kepada pasien dilakukan isolasi lanjutan di RS Mitra Husada Pringsewu untuk kebaikan pasien," terangnya.

Sementara riwayat pasien 574, 576, dan 577, lanjut Eka, juga tidak ada riwayat perjalanan ke zona merah. Pasien diantar oleh keluarga ke RS Panti Secanti Gisting untuk melakukan pemeriksaan. Oleh tim RS Panti secanti Gisting dilakukan beberapa tondakan yaitu dengan pemeriksaan RT-PCR.

Sambil menunggu hasil RT-PCR karena pasien 574, 576, dan 577, gejalanya sudah membaik pasien di izinkan pulang dan melakukan isolasi mandiri dirumah, sambil menunggu hasil RT-PCR. 

Hari ini hasil RT-PCR pasien menunjukkan pasien terkonfirmasi positif covid-19. "Karena pasien 574, 576, dan 577 tidak bergejala, pasien dilakukan isolasi mandiri lanjutan di rumah dengan mengikuti ketentuan dan mematuhi protokol kesehatan," ujar Eka.

Adapun riwayat pasien 575 merupakan kasus baru dan bergejala, oleh keluarga dibawa berobat ke RS Panti Secanti Gisting untuk dilakukan pemeriksaan, oleh tim RS Panti Secanti Gisting dilakukan pemeriksaan RDT dengan Hasil RDT Reaktif.


Dan dilakukan perawatan di ruang isolasi RS panti Secanti gisting untuk mendapatkan penanganan. Karena gejala kepada pasien tidak kunjung membaik pasien dilakukan rujukan ke RSAM Bandar Lampung untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. 

Oleh tim RSAM Bandar Lampung  dilakukan serangkaian pemeriksaan termasuk pemeriksaan RT-PCR, sambil menunggu hasil RT-PCR karena gejala mengarah infeksi covid-19, pasien dilakukan perawatan di ruang isolasi. 

Hari ini hasil RT-PCR pasien menunjukkan pasien terkonfirmasi positif covid-19. "Karena pasien masih bergejala pasien tetap dilakukan perawatan di RSAM Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan terstandar covid-19 yang berlaku di Indonesia," kata Eka.

"Atas kondisi tersebut, maka perkembangan pemantauan Covid 19 Kabupaten Tanggamus sampai dengan hari ini, adalah, terkonfirmasi positif 577 orang, sembuh 536 orang, dirawat 14 orang," kata Eka lagi.

Bermunculannya kembali kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tanggamus ini menurut sejumlah warga karena mulai jenuhnya warga menghadapi kondisi pandemi yang sudah setahun lebih.

"Karena jenuh, banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan, dengan tidak memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Warga menyangkan virus corona sudah tidak ada lagi," kata Rendi, warga Kecamatan Kotaagung.

Ia mencontohkan, saat sore hari mulai pukul 14.00 WIB, ratusan warga tumpah ruah di jalan-jalan protokol untuk ngabuburit dan berburu takjil.

"Coba perhatikan, hampir semua warga itu, baik tua muda, bahkan anak-anak sudah tidak lagi memakai masker. Ini jelas berbahaya, ini bisa jadi bom waktu," kata dia.

Senada dengan itu, Winarti, warga Kecamatan Gisting menuding maraknya kasus positif Covid-19 di Kecamatan Gisting akibat warga sudah menganggap pandemi sudah berlalu.

"Maka coba perhatikan saat sore menjelang buka puasa, di jalan-jalan, di toko-toko, di pasar, sedikit sekali orang yang memakai masker. Sangat wajar kalau yang positif Covid-19 di Gisting kembali merebak," katanya. (*)


Berita Lainnya

-->