• Rabu, 12 Mei 2021

Dirjen KKP RI: Program Gemarikan Diharapkan Turunkan Kasus Stunting

Kamis, 15 April 2021 - 18.43 WIB
27

Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ati Widyati, saat acara Perluasan Gemarikan di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung, Kamis (15/4/2021). Foto: Rohmah/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ati Widyati mengungkapkan, penggiatan Program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) bertujuan agar masyarakat Kota Bandar Lampung bebas kasus stunting.

"Kami punya program dengan tujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan. Manfaatnya untuk kesehatan, kecerdasan, dan ini penting untuk 1.000 hari kehidupan, yaitu mulai dari dalam perut," kata Ati, saat acara Perluasan Gemarikan di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung, Kamis (15/4/2021).

Selain untuk ibu hamil, Ati juga mengatakan bahwa remaja putri juga wajib mengkonsumsi banyak ikan, karena remaja putri merupakan akan melahirkan penerus keturunan.

"Stunting merupakan gizi buruk kronis, ini akan berakibat bahaya nanti. Saat dewasa nya kurang produktif. Kalau tidak produktif nanti jadi beban keluarga dan lingkungan, makanya harus ditanggulangi," lanjutnya.

Selain bergizi tinggi, ikan juga hemat energi karena cepat matang ketika dimasak. Sehingga dapat menghemat bahan bakar, tapi memberikan manfaat yang luar biasa.

"Ikan mengandung asam lemak tidak jenuh yang baik untuk aliran darah, jadi mencegah stroke," terangnya.

Selain pencerdasan tentang makan ikan, masyarakat juga dibagikan produk ikan dari Kota Bandar Lampung, selain mengenalkan produk olahan ikan, tapi juga untuk meningkatkan perekonomian daerah juga.

"Bandar lampung kan sumber ikannya banyak, jadi bisa diolah menjadi makanan olahan yang menjadi ciri khas Bandar Lampung," tuturnya.

Ia berharap, generasi milineal dapat ikut serta dalam menurunkan ide-ide baru untuk membuat produk olahan ikan lebih menarik lagi.

Merujuk pada data nasional yang diungkapkan Ati, konsumsi ikan di Provinsi Lampung rata-rata adalah 33,85 kilogram per kapita, dan angka tersebut masih di bawah angka rata-rata nasional yang saat ini mencapai sekitar 54 kilogram per kapita.

"Jadi menurut saya, perlu ditingkatkan sosialisasi banyak makan ikan. Karena kandungan omega 3 ini yang tidak tergantikan," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : SIDAK PASAR PESAWARAN, HARGA BAHAN PANGAN MULAI NAIK