• Rabu, 12 Mei 2021

H-1 Ramadhan, Harga Sembako di Metro Merangkak Naik

Senin, 12 April 2021 - 15.57 WIB
26

Kondisi pasar tradisional Margorejo, Metro Selatan. Foto: Arby/Kupastuntas.co

METRO, Kupastuntas.co - Sehari sebelum datangnya bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, sejumlah kebutuhan pangan seperti sembako di Kota Metro merangkak naik.

Di sejumlah pasar tradisional di Bumi Sai Wawai, lonjakan harga terjadi pada komoditi cabai, baik cabai rawit maupun kriting. Selain itu, Komuditi bawang, dan daging ayam potong juga mengalami kenaikan.

Salah seorang pedagang di pasar pagi tradisional Kopindo, Supriyadi (36) mengungkapkan, harga cabe rawit dan merah keriting tidak mengalami penurunan selama tiga bulan terakhir.

“Kalau cabai merah keriting dan cabe rawit sudah cukup lama naik, sejak bulan Januari lalu, sampai sekarang malah naik terus perhari. Sedangkan telur ayam ras tidak stabil harga naik turun setiap minggunya,” kata dia kepada Kupastuntas.co, Senin (12/4/2021).

Ia menuturkan, harga jual cabai merah keriting yang sebelumnya hanya Rp. 30 Ribu perkilogram, kini mencapai harga Rp 50 ribu perkilogram

"Untuk cabai rawit biasa dijual Rp 45 ribu, sekarang menjadi Rp60 ribu perkilo. Kalau bawang putih kating dijual Rp 30 ribu perkilo dari biasanya cuma Rp24 ribu," jelasnya.

Sementara pedagang lain di pasar tradisional Margorejo, Metro Selatan mengatakan, menjelang ramadhan besok harga daging dijual Rp 35 Ribu dari biasanya hanya Rp 30 Ribu perkilogram.

"Hari ini prepekan mas, daging ayam Rp. 35 ribu perkilo, kalau biasanya Rp. 30 Ribu. Kalau bawang merah brebes jual Rp. 23 ribu dari biasanya Rp 20 ribu perkilo," kata Lasmini (54).

Seorang warga yang belanja di pasar Tradisional Tejoagung Metro Timur juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya hanya daging sapi yang harganya masih stabil.

"Kalau daging sapi masih tetap Rp. 120 Ribu perkilogram. Kemungkinan lonjakan bahan pokok sembako akan terus berlangsung ya sampai menjelang hari raya idul Fitri nanti. Harapan kami Pemkot Metro dapat melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga sembako menjadi normal,” ucap Novita Anggraini (28) warga Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur.  (*)

Video KUPAS TV : PULUHAN RUMAH DI LAMSEL HANCUR PORAK PORANDA, WARGA PERBAIKI SENDIRI