Soal Konflik Tanah di Lampung, Wakapolda: Kita Bentuk Satgas Mafia Tanah
Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto di acara Focus Grup Discussion (FGD) tentang Sinergi Satgas Mafia Tanah di Provinsi Lampung dan percepatan tindak pidana korupsi di Provinsi Lampung. Foto: Oscar/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto, membuka kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) tentang Sinergi Satgas Mafia Tanah di Provinsi Lampung dan percepatan tindak pidana korupsi di Provinsi Lampung.
Tujuan dari kegiatan FGD ini untuk membantu Penyidik Polri dalam proses percepatan penanganan tindak pidana mafia tanah dan percepatan tindak pidana korupsi.
Kegiatan FGD itu dilaksanakan selama dua hari sejak Kamis (8/4/2021) dan Jumat (9/4/2021), di Ballroom Hotel Aston Bandar Lampung yang dihadiri oleh Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Kriminal Khusus, dan Kepala Bidang Hukum Polda Lampung.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti FGD sebanyak 32 orang Penyidik terdiri dari Kanit Reskrim Polres jajaran Polda Lampung.
Dalam sambutanya, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto, mengatakan, di Provinsi Lampung konflik pertanahan cukup tinggi dan sering berkepanjangan. Adapun salah satu upaya untuk menangani kasus tersebut yaitu Polda Lampung membentuk Satgas untuk mempercepat proses penanganannya.
"Disisi lain karena belum berfungsinya Fungsi Pengawasan secara efektif dan lemahnya komunikasi antara pengawas dengan internal," kata Wakapolda.
Jenderal Bintang Satu ini, berharap melalui FGD ini diharapkan dapat terjalin kerjasama dengan pemerintah maupun fungsi pengawasan.
"Kita dukung pemerintah dalam menangani mafia tanah yang ada di Provinsi Lampung," tutup Subiyanto. (*)
Video KUPAS TV : BAWA SABU DAN AMUNISI AKTIF, PRIA INI DIBEKUK POLISI!
Berita Lainnya
-
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026 -
Program Balik Kerja BPKH 2026, 675 Perantau Lampung Diberangkatkan Gratis
Senin, 23 Maret 2026








