• Senin, 12 April 2021

Bimtek Sistem Keuangan Desa di Lampura Diduga Bermasalah

Rabu, 07 April 2021 - 15.48 WIB
177

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Beberapa Kepala Desa di Lampung Utara (Lampura) menilai Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) yang rencananya akan digelar di Hotel Harison Bandar Lampung (9-10/4/2021) mendatang terlalu dipaksakan.

"Pelaksanaan Bimtek tersebut sudah mepet waktunya, belum lagi sebagian kami belum ada pencairan Dana Desa sehingga kesulitan untuk membayar biaya Bimtek Rp3 juta tersebut" kata Kades yang enggan disebutkan namanya.

Terkait hal tersebut, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Utara, Wahab menjelaskan, tidak ada sebuah keharusan pemerintah desa untuk mengikuti Bimtek tersebut dan dikembalikan kewenangan ke Pemdes masing-masing.

"Bimtek ini bukanlah rekomendasi dari PMD, artinya yang mau ikut silahkan karena disesuaikan dengan anggaran desa, apabila memang sudah ada anggaran di APBDes 2021 dipersilahkan," kata Wahab, Kamis (7/4/2021).

Di tempat terpisah, Ketua APDESI Lampura, Edward  sekaligus Kepala Desa Buring Kencana juga mengatakan pihak pelaksana Bimtek belum ada koordinasi langsung dengan APDESI Lampura.

"Memang waktu itu difasilitasi oleh PMD untuk melaksanakan Bimtek, kami oke-oke saja. Namun jangan sampai bermasalah karena Bimtek kami perlukan untuk pendukung tenaga ahli desa," kata Edward.

Edward juga menambahkan,  secara mekanisme Dia tidak menyetujui pelaksanaan Bimtek di satu titik.

"Saya tidak setuju kalau diadakan hanya satu titik. Saya setuju bila diadakan di klaster, contohnya di beberapa desa kecamatan tertentu," lanjutnya.

Sementara itu, Pelaksana Bimtek Nusantara Resource Institue, Maizein Saptana selaku publikasi menerangkan, Bimtek tersebut berdasarkan komunikasi Dinas PMD dan APDESI dan respon dari Pemdes sangat positif.

"Karena dalam Bimtek tersebut sangatlah penting karena menjadi tuntutan zaman untuk penguasaan aplikasi keuangan, dan akan ada penyuluhan di bidang hukum yang disampaikan oleh Kejari Lampura," jelas Manzein.

Ketika ditanya tentang perhitungan anggaran Rp3 juta tentang peruntukan kegiatan tersebut, Maizen mengatakan, anggaran tersebut dianggap minin dibandingkan Bimtek secara Nasional.

"Kita upayakan secukupnya karena secara nasional tidak segitu namun untuk stimulus bagi aparatur desa," pungkasnya. (*)

Video KUPAS TV : JALAN AMBLAS, AIR SUNGAI BANJIRI RUMAH WARGA BANDAR LAMPUNG