• Senin, 12 April 2021

Tim Sinergisitas Kementerian/Lembaga Kunjungan Kerja ke Lamongan, Ini Pembahasannya

Senin, 05 April 2021 - 18.17 WIB
51

Tim Sinergisitas Kementerian/Lembaga saat Kunjungan Kerja ke Lamongan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lamongan - Kegiatan sinergisitas antar 46 Kementerian/Lembaga merupakan salah satu cara pemerintah untuk menanggulangi terorisme. Dalam program ini, Kepala BNPT bertugas sebagai Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas telah menentukan lokasi kegiatan sinergisitas tahun 2021.

Lokasi yang ditentukan tersebut di 5 provinsi yaitu Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang terdiri dari 26 Kabupaten/Kota.

Pemilihan setiap wilayah merupakan hasil rekomendasi dari Kementerian/Lembaga lain, dari  Kemenkopolhukam. Penerima manfaat dari program sinergisitas diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek, diantaranya masyarakat yang rentan terpapar paham radikal, kelompok/cluster mantan mitra deradikalisasi BNPT bersama kelompok jaringannya, kelompok organisasi yang rentan atau telah terpapar, serta rumah ibadah dan lokasi pendidikan.

Tim Sinergisitas Kementerian/Lembaga bersama perwakilan Bappenas melakukan kunjungan kerja ke Desa Sedayu Lawas Lamongan, Jawa Timur pada tanggal 5 April 2021.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Untung Budiharto, Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Hubungan Masyarakat BNPT, Bangbang Surono, Ak., M.M., Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas, DR. Ir. Slamet Soedarsono. Serta Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi beserta jajarannya.

Acara kunjungan berfokus pada peninjauan rincian output prioritas nasional 2021 di wilayah Jawa Timur, dan diawali dengan sambutan Bupati Lamongan yang menjelaskan kondisi demografi daerah Lamongan dan menyambut kehadiran tim sinergisitas Kementerian/Lembaga.


Setelah itu, dilanjutkan oleh sambutan Sekretaris Utama BNPT yang mengatakan Lamongan saat ini masih menjadi epicentrum bagi beberapa kegiatan ekstremisme yang mengarah pada terorisme.

“Masyarakat sering merasa kurang sejahtera dan tidak dipedulikan pemerintah. Maka dari itu, dibutuhkan pendekatan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkap Sekretaris Utama BNPT dalam sambutannya.

Hingga saat ini, ada beberapa kegiatan pendekatan kesejahteraan masyarakat yang telah dilakukan, diantaranya forum keserasian sosial, pengembangan kearifan lokal bagi penggiat seni dari Kementerian Sosial, dan pendampingan kewirausahaan dari BUMN.

Program-program tersebut diharapkan menunjukkan  kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat.

Sekretaris Utama BNPT turut mengapresiasi keberhasilan kegiatan sinergisitas di Desa Tenggulun  Lamongan yang berhasil dalam kegiatan deradikalisasi.

Di akhir sambutannya, Sekretaris Utama BNPT berharap tidak ada lagi warga Lamongan yang terpapar paham radikalisme dan tidak bergabung menjadi FTF (Foreign Terorist Fighter) di Suriah dan daerah basis terorisme lainnya.


Dr. Ir. Slamet Soedarsono, mewakili Bappenas memberikan satu kalimat motivasi yang membangkitkan semangat sinergisitas. “No one left behind” yang memiliki arti bahwa setiap kebijakan yang diambil harus melalui musyawarah dengan melibatkan masyarakat.

Kunjungan kerja ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah dekat dengan masyarakat. Pemerintah terus memantau dinamika yang terjadi dalam masyarakat berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat untuk mencegah tersebarnya paham radikalisme.

Terlebih lagi, penyempurnaan kegiatan sinergisitas antar K/L membutuhkan komunikasi dua arah antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mewujudkan sinergisitas yang semakin erat.

Karoren BNPT selaku sekretaris tim pelaksana sinergisitas antar K/L menyampaikan paparannya. Paparannya berisi dasar hukum sinergisitas, pencapaian pelaksanaan sinergisitas, serta realisasi kegiatan sinergisitas K/L di Lamongan.

Dalam paparan tersebut, turut diperlihatkan program-program dalam kegiatan sinergisitas yang telah dilakukan di Lamongan bersama Kementan, Kemensos, Kemenkes, Forkopimda, Bappenas dan BUMN.

Sebelum memulai diskusi, diberikan sesi untuk perwakilan penerima manfaat memberikan testimoni. Salah satu perwakilan adalah mantan mitra deradikalisasi BNPT yang saat ini mendirikan komunitas UBER (Usaha Bareng) di Desa Sedayu Lamongan.

Perwakilan penerima manfaat menyampaikan apresiasi kepada kepada tim sinergisitas kementrian/lembaga dalam usaha memulihkan ekonomi masyarakat. Pelatihan dan modal alat yang diberikan tim sinergisitas membawa dampak baik bagi pelaku UMKM di tengah kondisi pandemi.


Sesi diskusi diawali oleh pertanyaan tentang penyebaran paham radikalisme lewat media sosial. Menanggapi pertanyaan tersebut, tim sinergisitas menekankan pentingnya menangkal berita hoaks dengan memfilterisasi setiap berita yang diterima dan tidak menyebarkan berita-berita yang diterima tanpa data yang dapat dibuktikan validitasnya.

Di akhir acara, Sekretaris Utama BNPT dan perwakilan Bappenas mengapresiasi keberhasilan berbagai program sinergisitas yang dilakukan di Lamongan.

Berbagai program bukan hanya diciptakan untuk menangkal paham radikal, tetapi juga turut memulihkan ekonomi warga Lamongan. Mulai dari bidang seni, bidang lingkungan sampai kegiatan UMKM berjalan efektif.

“Lamongan saat ini menjadi contoh bagi pengembangan program sinergisitas di daerah lainnya. Keberhasilannya untuk menciptakan kemajuan di masyarakat dan mengantisipasi kegiatan-kegiatan radikal intoleran di Lamongan. Ini adalah prestasi yang patut kita banggakan,” tutup Sekretaris Utama BNPT. (*)