Kembangkan Pekon Wisata, Disporapar Lambar Gandeng IFTA
Disporapar Lampung Barat mengandeng IFTA dalam pendampingan Pekon wisata. Foto: Iwan/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengandeng Indonesia Fighter Tourism Assosiation (IFTA) dalam melakukan pendampingan Pekon (Desa) wisata di kabupaten setempat.
Tujuan salah satunya untuk destinasi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) yang digelar Kamis - Minggu atau 1 April sampai 4 April 2021.
Kepala Disporapar setempat, Tri Umaryani mengungkapkan, kegiatan pendampingan pekon wisata tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Ekowisata Suoh dan BNS, khususnya yang berada di wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
"Untuk menumbuhkan kembali pariwisata di masa Pandemi Covid-19 ini, serta meningkatkan ketertinggalan, sektor pariwisata harus memberikan nilai tambah dengan mendapatkan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang dimulai dari analisis pasar," ungkap Tri, Minggu (4/4/2021).
"Adapun cara pembuatan paket wisata melalui program paket pendampingan promosi dan konsultasi pariwisata seperti yang dilakukan oleh tim," timpalnya.
Di kabupaten setempat, sasaran kegiatan program paket pendampingan promosi dan konsultasi pariwisata oleh IFTA yakni Disporapar, Desa Wisata Kopi Rigis Jaya, Destinasi Wisata Geothermal Suoh dan juga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Dalam pendampingan ini, mulai dari promosi dan juga edukasi. Seperti Pembuatan Web maintenace 1 tahun, Webinar Bersama National Geographic, Pembuatan Paket wisata lengkap, Akun IG dan Akun Youtube, Edukasi pelaku wisata setempat dan Iklan bersama Influencer.
"Kemudian Pembuatan Video Profesional via drone, Digital Marketing, Training pembuatan paket eco healing, Diskusi Pariwisata tanya jawab Bersama Praktisi serta Free Iklan di Infolibur.com,” paparnya.
Tri menambahkan, visi dalam program ini yakni memajukan pariwisata Indonesia dengan menjadi pionir pembukaan destinasi destinasi wisata baru di Indonesia. Serta meningkatkan standar mutu kualitas pelayanan wisata dan profesionalisme kerja.
Kemudian harapannya bisa menjadi wadah pemersatu bagi seluruh pekerja yang bergerak di bidang Industri Pariwisata, dapat menjadi pelindung dan pengayom bagi semua anggota.
"Lalu meningkatkan profesionalisme kerja dan standar mutu pelayanan anggota pelaku. Serta mempersiapkan seluruh anggota nya untuk aktif membuka destinasi wisata baru di Indonesia,” pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : KELILING OBJEK WISATA TULANG BAWANG BARAT, PENGUNJUNGNYA MENINGKAT PESAT
Berita Lainnya
-
Sidang Lanjutan Kasus Ganja 987 Gram di PN Liwa, Terdakwa Mengaku Dijebak
Rabu, 13 Mei 2026 -
Dikeluhkan Warga, Camat BNS Pastikan Sanitasi di Sukajadi Segera Diperbaiki
Selasa, 12 Mei 2026 -
Sampah Lampung Barat Tembus 127 Ton per Hari, Sebagian Besar Belum Tertangani
Selasa, 12 Mei 2026 -
Proyek Sanitasi di BNS Lambar Diduga Asal Jadi, Warga Keluhkan Air Mati dan Tak Ada Septic Tank
Selasa, 12 Mei 2026








