• Senin, 12 April 2021

TAJUK - Teroris Musuh Bersama

Kamis, 01 April 2021 - 08.10 WIB
21

Tajuk. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co - Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tertentu.

Korban tindakan Terorisme seringkali adalah orang yang tidak bersalah. Mereka memanfaatkan media massa untuk mengekspos aksi teror yang mereka lakukan guna menunjukan eksistensi perjuangannya.

Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara yang dapat terjadi di negara manapun, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta.

Indonesia menjadi sasaran empuk bagi teroris untuk melaksanakan aksinya, tercatat dari rentang waktu tahun 2000 hingga 2021 sudah banyak Bom meledak di Indonesia, antara lain bom Bursa Efek Jakarta tahun 2000, Plaza Atrium 2001, hotel JW. Mariot 2003, di depan Kedutaan Australia 2004 dan bom Bali tahun 2005.

Kejadian terakhir yang baru-baru ini terjadi pada tahun 2021 yakni dua peristiwa yaitu, penyerangan teroris di Mabes Polri, Rabu(31/3) sore, dan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) lalu.

Para pelaku teror menurut pihak kepolisian terindikasi sebagai sel-sel kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) atau Jamaah Ansharut Tauhid yang merupakan kelompok teroris sel ISIS di Indonesia. Selama ini, mereka mengklaim bahwa kegiatan yang mereka lakukan berjihad atas nama agama, mereka menyebut semua pihak yang diserang adalah sebagai kaum kafir.

Di provinsi Lampung, Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Subiyanto memerintahkan seluruh markas komando mulai dari Mapolda, Mapolres, hingga Mapolsek dijaga ketat.

Penjagaan diketatkan mengantisipasi peristiwa penembakan di mabes Polri.Kemudian personil yang menjaga diarahkan menjalankan Buddy System (patner), jangan bergerak sendiri.

Kegiatan teroris di Indonesia saat ini sudah terlihat sangat nyata, terstruktur mereka terus bergerak membuat jaring dan sel-sel baru dengan merekrut anak-anak muda sebagai anggota.

Mereka mendoktrin siap mati membela agama dengan dasar dalil-dalil yang disalah artikan, membenarkan kekerasan, menyerang membabi buta bahkan tidak ragu-ragu mengorbankan sanak keluarga dalam mencapai tujuan perjuangannya.

Kalau hal ini tidak segera ditangani dengan tuntas maka dampaknya akan mengancam kerukunan antar umat beragama dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Didalam menangani aksi terorisme di Indonesia perlu adanya tindakan yang tegas, total dan berkelanjutan, namun tetap mengutamakan upaya pencegahan dari pada penindakan dan berpedoman pada nilai-nilai Hak Asasi Manusia, sehingga tidak timbul ekses yang tidak kita inginkan dikemudian hari. Teroris musuh bersama yang harus kita lawan. (*)

PROYEK FLYING FOX KOTA METRO MANGKRAK, PAYUNG HUKUM BELUM JELAS? (BAGIAN II)