Dr. Nairobi: Merokok Dapat Menjadi Beban Masyarakat Miskin
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Dr. Nairobi, saat dimintai keterangan, Kamis (1/4/2021). Foto: Rohmah/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Dr. Nairobi mengatakan, rokok dapat menjadi beban bagi masyarakat kecil atau miskin karena pengeluaran untuk membeli rokok yang cukup tinggi.
Nairobi mengatakan, pada tahun 2020 rata-rata konsumsi rokok pada 40 persen penduduk Kota Bandar Lampung berpendapatan terendah, yakni sebesar Rp55.404.
"Ini menunjukan bahwa konsumsi nya tidak produktif. Saya melihat Pemerintah Kota (Pemkot) perlu ada pengendalian konsumsi rokok," kata Nairobi, saat dimintai keterangan, Kamis (1/4/2021).
Baca juga : Dr. Nairobi: Utamakan Kemiskinan pada Pembangunan Kota
Ia juga mengungkapkan, Pemkot perlu bergerak mulai dari membuat peraturan-peraturan umum merokok, misalnya mengenai batasan tempat merokok.
"Merokok itu sebenarnya sah-sah saja. Tapi kalau misalnya pemerintah membuat aturan kalau merokok itu ada tempatnya (tidak sembarang bisa merokok), ada batasnya, harapannya bisa menurunkan tingkat konsumsi rokok," lanjutnya.
Dengan begitu, uang yang tadinya digunakan untuk hal yang tidak produktif jadi lebih produktif. Kemudian, Perda (peraturan daerah) mengenai hal ini sepertinya pernah ada, kalau belum ada bangunkan lagi. Kalaupun tidak ada, maka harus dibuat.
Nairobi juga menjelaskan, Jakarta dan kota-kota besar di dunia yang negara nya bisa menuntaskan kemiskinan, memiliki Perda tentang merokok yang benar-benar diterapkan dengan baik.
"Kasihan soalnya kalau konsumsi nya tidak produktif. Nyari uang nya susah, berharap kehidupannya dapat lebih baik, tapi merokok malah menurunkan tingkat kehidupan," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : TOBAT! NAPI TERORIS LAPAS KOTA METRO MENYATAKAN IKRAR SETIA PADA PANCASILA DAN NKRI
Berita Lainnya
-
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026 -
Program Balik Kerja BPKH 2026, 675 Perantau Lampung Diberangkatkan Gratis
Senin, 23 Maret 2026








