• Selasa, 13 April 2021

Tak Imbang dengan Jumlah Pekon, Tanggamus Kekurangan 181 Tenaga Penyuluh Pertanian

Senin, 29 Maret 2021 - 17.15 WIB
19

Kepala Bidang Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus, Dian Hidayat, saat dimintai keterangan. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Kabupaten Tanggamus hingga kini masih kekurangan ratusan tenaga penyuluh pertanian. Hingga Maret 2021 jumlah tenaga penyuluh pertanian hanya 121 orang.

Kepala Bidang Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanggamus, Dian Hidayat mengatakan, jumlah tenaga penyuluh pertanian dengan jumlah pekon di Kabupaten Tanggamus tidak seimbang.

Dimana jumlah tenaga penyuluh saat ini sebanyak 121 orang, dengan rincian 78 orang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), 20 orang koordinator penyuluh BPP, dan 41 orang PNS. Sedangkan jumlah pekon di Tanggamus sebanyak 299 dan 3 kelurahan.

"Idealnya kan satu pekon atau kelurahan satu tenaga penyuluh pertanian. Dengan demikian, kita masih kekurangan sebanyak 181 tenaga penyuluh, bahan lebih, karena dari 121 tenaga penyuluh yang ada sudah menjelang pensiun," kata Dian Hidayat, kepada Kupastuntas.co, Senin (29/3/2021).

Dengan kondisi seperti ini, saat ini masih ada seorang penyuluh yang memegang sampai empat pekon, seperti di Kecamatan Pematangsawa saat ini hanya ada 4 tenaga penyuluh.

"Padahal Kecamatan Pematangsawa ini ada 14 pekon, itu artinya satu tenaga penyuluh disana memegang sampai empat pekon," ujar BD, sapaan akrab Dian Hidayat.

Dian mengaku, untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh tersebut pihaknya melakukan sejumlah langkah. Diantaranya mengadakan tenaga penyuluh swadaya yang merupakan petani yang berhasil dan mau melakukan penyuluhan kepada petani lain dan bersinergi dengan penyuluh.

Kemudian mendorong kepala pekon terpilih memasukan sektor pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), membentuk Posludes (pos penyuluh desa), termasuk pengadaan demplot pertanian di tiap pekon.

"Termasuk juga ada ibu KWT (Kelompok wanita tani) di setiap pekon," terangnya.

Dian menambahkan, tenaga penyuluh yang ada juga perannya benar-benar dimaksimalkan, terutama dalam pelayanan kepada petani. Sebab salah satu kunci keberhasilan pertanian berada di tangan tenaga penyuluh.

"Mereka (tenaga penyuluh) merupakan ujung tombak pertanian," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : JALAN AMBLAS, AIR SUNGAI BANJIRI RUMAH WARGA BANDAR LAMPUNG