• Jumat, 30 Juli 2021

Pengajuan Pendirian Sekolah Luar Biasa di Pesawaran Belum Disetujui

Rabu, 17 Maret 2021 - 17.09 WIB
30

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Fauzan Suaidi, saat dimintai keterangan, Rabu (17/03/2021). Foto: Ragil/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Masyarakat Kabupaten Pesawaran meminta kepada pemerintah untuk mendirikan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Pesawaran.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Fauzan Suaidi mengatakan, untuk pembangunan SLB di Pesawaran sudah diminta dari kementrian dan sudah diajukan beberapa lokasi tetapi belum disepakati. 

"Sebenarnya sudah ada permintaan dari Kementerian dan kita sudah ajukan dua lokasi yaitu di Desa Kebagusan bagian dalam dan di Way Lima, tetapi memang belum disetujui," kata Fauzan, saat dimintai keterangan, Rabu (17/03/2021). 

Ia melanjutkan, untuk pembangunan SLB di Kabupaten Pesawaran memang harus menyiapkan lahan yang strategis.

"Memang dua lokasi yang kita ajukan memang kurang strategis, yang di Kebagusan harus melewati perkebunan PTP, sedangkan yang di Way Lima memang jauh dari Ibukota Kabupaten Pesawaran," lanjutnya. 

Selain itu, lahan yang diminta oleh Kementrian merupakan lahan hibah dari masyarakat Kabupaten Pesawaran. Ia juga pernah menyarankan di daerah pesisir dan tidak disetujui. Saat ini akan ada pengajuan kembali lahan yang ada di Desa Wiyono.

"Untuk di Desa Wiyono ya jika mereka dapat menyiapkan lahan nantinya akan disurvei dan melakukan pengajuan kembali, terkait akses jalan bisa kita bangun juga," ungkapnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Pesawaran sampai saat ini belum memiliki SLB dan rencananya pembangunan SLB memang hanya dibangun satu untuk satu Kabupaten. 

"Ya karena bolehnya satu di dalam satu Kabupaten jadi memang harus terpusat. Untuk sarana dan prasarana sebisa mungkin harus lengkap," tutupnya. (*)


Video KUPAS TV : KEREN PELABUHAN BAKAUHENI DIBANGUN KAWASAN WISATA DUNIA FANTASI MIRIP ANCOL