Dinkes Lampung Sebut Vaksinasi Nakes Tahap Pertama Sudah 100 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat jika vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (Nakes) telah mencapai angka 100 persen.
"Iya, sudah mencapai angka 100 persen. Namun jika ada yang belum divaksin, masih diperbolehkan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, Reihana, saat dimintai keterangan, Sabtu (13/3/2021).
Ia melanjutkan, pada tahap pertama pihaknya menargetkan sebanyak 35.601 tenaga kesehatan yang mendapatkan suntikan vaksinasi. Namun pada pelaksanaannya tidak semua sasaran tersebut mendapatkan suntikan.
"Ada beberapa yang tidak mendapatkan suntikan, seperti ada yang memiliki penyakit bawaan, sedang menyusui ataupun ibu hamil, juga penyintas. Ini yang masih diperbolehkan mendapatkan suntikan di kemudian hari," lanjutnya.
Reihana menambahkan, vaksinasi di Lampung saat ini sudah memasuki tahap kedua dengan total sasaran 45.296 penerima vaksin, diantaranya petugas pelayanan publik seperti ASN, TNI Polri-TNI, petugas Bandara, petugas kereta api, wartawan hingga lanjut usia.
Vaksinasi tahap kedua ini, tambah Reihana, semua daerah sudah mulai menjalankan. Namun pelaksanaannya lebih lama karena total sasarannya yang banyak.
"Beda dengan Nakes yang kita berikan target karena setelah itu harus bekerja memberikan vaksinasi," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : SAH! DESA PAKUAN AJI LAMPUNG TIMUR RESMI JADI ‘DESA TANGGUH’
Berita Lainnya
-
55 Tahun Toyota Ada untuk Indonesia: Toyota Luncurkan Berbagai Lini Hybrid EV Terbaru yang Semakin Terjangkau di IIMS 2026
Rabu, 11 Februari 2026 -
Forum DAS Lampung Targetkan Rehabilitasi 300 Ribu Hektare Lahan Kritis dalam 5 Tahun
Rabu, 11 Februari 2026 -
Jam Kerja ASN Bandar Lampung Dipangkas Selama Ramadan, Pulang Pukul 15.00 WIB
Rabu, 11 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Kebut 62 Paket Jalan, DPRD Tekankan Spesifikasi dan Kualitas Harus Dijaga
Rabu, 11 Februari 2026









