Mayat Nenek Warga Lampura Ditemukan di Kebun Singkong, Diduga Sudah Seminggu Meninggal
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Sesosok mayat nenek 79 tahun ditemukan tergeletak di sebuah kebun singkong, dengan kondisi sudah dalam keadaan membusuk. Diduga jasad nenek tersebut sudah meninggal seminggu sebelum akhirnya ditemukan.
Kejadian bermula saat Triyoni warga Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara mencari daun singkong untuk lalapan. Saat berada di lokasi Triyoni tanpa sengaja menemukan mayat nenek tersebut pada Minggu (07/3/2021) sekira Pukul 15.10 WIB.
Kemudian Triyoni menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Madukoro, Bripka Dyan Setiyono, dan diteruskan ke Polsek Kotabumi Utara. Lalu pihak Polsek Kotabumi Utara dipimpin Kapolsek, AKP Rukmanizar bersama dengan anggota mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek AKP Rukmanizar mengatakan, dari informasi yang didapat, diketahui bahwa mayat tersebut adalah Watini Binti Sandiyo (79), warga Dusun Gelok RT 06 Desa Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara, yang diperkirakan sudah seminggu meninggal jika dilihat dari kondisi mayatnya.
"Benar, telah ditemukan mayat seorang nenek atasnama Watini Binti Sadiyo yang telah dikonfirmasi oleh anaknya yang bernama Suprayitno Bin Harun," jelas Rukmanizar, Minggu (07/03/2021).
Untuk sementara, mayat telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka. Sedangkan terkait penyebab meninggalnya, Rukmanizar belum dapat memastikan karena sedang dalam proses lanjutan.
"Untuk informasi lanjutan masih dalam proses, karena kami baru pulang dari rumah korban," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : ENAM PELAKU NARKOBA DIRINGKUS DALAM SEMALAM, 5 DI ANTARANYA RESIDIVIS
Berita Lainnya
-
Kecewa Dipecat karena Mencuri, Mantan Satpam Bakar Kantor Pelayanan Pajak Lampung Utara
Senin, 09 Desember 2024 -
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya 2024 di Gunung Sadar Lampura Diduga Syarat Penyelewengan
Selasa, 03 Desember 2024 -
Hadiri Pembukaan Turnamen Futsal Ardjuno Cup Bukit Kemuning, Arinal Djunaidi Janji Bangun Gedung Futsal Jika Terpilih
Rabu, 13 November 2024 -
Kasus Dugaan Penganiayaan, Pengacara Korban Desak Polisi Tetapkan Kades Mekar Asri Lampura Jadi Tersangka
Rabu, 30 Oktober 2024