Tingkatkan Progam Kemendikbud, Fakultas Pertanian Unila Tandatangani Enam MoU Kerjasama
Penandatanganan MoU Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) dengan instansi pemerintah dan swasta. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menandatangani enam MoU Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan instansi pemerintah dan swasta. Hal itu juga dalam rangka mendukung penerapan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, Rabu (24/2/2021).
MoU antara Fakultas Pertanian dengan Balai Pelatihan Pertanian dalam bidang Tri Dharma dan pelatihan sumberdaya bidang pertanian, MoU kerjasama dengan PT Nestle Indonesia berfokus pada program rehabilitasi dan keanekaragaman di KPH Batu Tegi, Provinsi Lampung.
Adapun kerjasama dengan instansi pemerintah meliputi Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK), Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA)Bengkulu, serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih-Way Sekampung (BPDASHL-WSS).
Dekan Fakultas Pertanian Unila, Prof. Irwan Sukri Banua menuturkan, dalam menjalankan tugas dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, perlu menjalin kerjasama dengan banyak pihak.
"Itu juga untuk mendukung serta meningkatkan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar dari kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud)," kata Irwan.
Dimana program ini memberi keleluasaan pada mahasiswa khususnya di Fakultas Pertanian untuk dapat belajar di berbagai tempat. Mahasiswa juga akan bekerja dan magang di institusi yang menjadi mitra selama satu semester.
"Sehingga mahasiswa memiliki dan memperoleh bekal yang cukup. Bukan hanya dalam konteks di bangku kuliah, tetapi juga pengalaman lapangan yang mumpuni," lanjutnya.
Dalam pembekalan mahasiswa di lapangan, tentunya juga ada simbiosis mutualisme bagi instansi terkait. Kerjasama tersebut juga berlaku hingga tiga tahun hingga lima tahun ke depan. Serta akan diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.
Sementara, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya KLHK, Wiratno mengatakan, MoU ini akan saling memberi manfaat positif bagi kedua pihak. Seperti PT Nestle yang sebagian besar bahan baku kopi dari Lampung.
"Nestle harus berani bilang kopi dari tanah suoh dan Tanggamus. Kemudian hutan yang dikelola masyarakat memiliki tutupan vegetasi yang lebih luas dibandingkan dengan yang tidak melibatkan masyarakat," ujar Wiratno, melalui Daring. (*)
Video KUPAS TV : PBB LAMPUNG KUNJUNGI MARKAS BRIGIF 4 MARINIR DI PIABUNG
Berita Lainnya
-
Bupati Hamartoni Tekankan Peran Strategis MUI sebagai Perekat Persatuan di Lampung Utara
Kamis, 12 Februari 2026 -
Pemprov Lampung-KPK Perkuat Tata Kelola, Lampung Naik ke Peringkat 5 Nasional MCSP
Kamis, 12 Februari 2026 -
Isu Penghapusan TKBM Mengemuka, Wamenaker: Manusia Tak Bisa Diganti Robot
Kamis, 12 Februari 2026 -
FKMPB Soroti Akses Sekolah dan Infrastruktur di Panjang Bandar Lampung
Kamis, 12 Februari 2026









