• Jumat, 28 Maret 2025

Kasus DBD Pringsewu Januari 2021 Menurun

Rabu, 17 Februari 2021 - 17.22 WIB
76

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Herlambang, saat dimintai keterangan, Rabu (17/2/2021). Foto: Rifaldi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pringsewu pada Januari 2021 menurun. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Herlambang mengatakan, laporan yang diterima untuk Januari 2020 ada 193 Kasus, sedangkan untuk Januari sampai Februari 2021 ada 20 kasus DBD.

Herlambang mengungkapkan, untuk standar naik turunnya kasus DBD di Pringsewu dengan melihat data pada perbandingan pada bulan yang sama dan tahun yang berbeda. Karena rentan nya DBD hanya pada bulan-bulan tertentu saja.

"Sedangkan di Pringsewu untuk tren kasus DBD terjadi pada Januari, Februari, Maret, kemudian bulan selanjutnya menurun kembali. Jadi, untuk mengetahui apakah tahun ini turun atau tidak, harus dibandingkan, yakni pada Januari 2020 dengan Januari 2021," kata Herlambang, Rabu (17/2/2021).

Herlambang menambahkan, untuk upaya pencegahan, pihaknya sudah lakukan vogging. Itu memang salah satu mencegah penularan kasus DBD. Jika ada kasus DBD pasti dilakukan Fogging. Itu pu kalau menurut kategori vogging. Maka tidak ada asal melakukan vogging.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pringsewu agar melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk setiap Minggu sekali. "Luangkan waktu 30 menit seminggu sekali setiap rumah agar memantau jentik nyamuk," pintanya.

Pada dasarnya, penurunan ini hasil upaya Pemerintah Daerah beserta masyarakat yang sudah melakukan Penyerangan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Satgas PSN yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Fauzi.

"Setiap pejabat dan OPD juga diberikan wewenang tugas untuk membawahi daerah binaan setiap kecamatan agar mensosialisasikan, menggerakkan PSN di masyarakat sekaligus monitoring," pungkasnya. (*)


Video KUPAS TV : SAH! 8 SEKDA SE-LAMPUNG GANTIKAN POSISI BUPATI DAN WALIKOTA