• Senin, 12 April 2021

Warga Tuba yang Dinyatakan Meninggal Positif Covid-19 Ternyata Negatif Corona

Senin, 15 Februari 2021 - 11.22 WIB
436

Puskesmas menggala saat melakukan rapid tes antigen ke keluarga Alm Herman. Foto : Win/Kupastuntas.co

Tulang bawang, Kupastuntas.co - Hasil diagnosis Almarhum Herman warga ujung gunung Ilir, Menggala akhirnya terjawab. Alm Dinyatakan Negatif Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Tes Antigen yang dilakukan oleh Puskesmas Menggala.

"Ini salah satu bukti bahwa suami saya yang sudah meninggal beberapa hari yang lalu telah dinyatakan positif Covid-19 dari hasil Rapid Antigen di RSUD terbantahkan sudah, bahwa yang bersangkutan bukan karena Covid-19 akan tetapi memang sudah mengindap penyakit lama. Dan sebelum Alm meninggal dia jatuh di kamar mandi, ini terbukti juga pada saat memandikan jenazah Alm banyak keluar darah dari hidung dan mulut," kata Farida, Istri Alm Herman.

Farida berharap agar kiranya semua masyarakat yang telah mendapatkan informasi tersebut tidak menganggap suaminya meninggal karena terpapar Covid 19.

"Semua sudah terjawab, kami melakukan Rapid tes antigen dan hasilnya negatif," tutur Farida.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Menggala, Desma damita mengatakan pihaknya dari Dinas Kesehatan hanya menjalankan tugas.

"Kami hanya menjalankan tugas dan kami sudah melakukan Rapid Test Antigen kepada keluarga alm Herman, alhamdulillah semua keluarga alm dinyatakan negatif," kata Desma saat ditemui di rumah duka.

Sebelumnya, Keluarga di kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang (Tuba) menolak jenazah almarhum Herman MZS yang divonis Positif Covid-19 berdasarkan rapid Antigen dimakamkan sesuai dengan Protokol Kesehatan (Prokes).

Hal tersebut dilakukan karena Tim gugus Tugas covid-19 Tulang Bawang tidak dapat menunjukkan hasil tes Swab PCR.

Kakak kandung korban, Pendi menuturkan yang dapat memastikan adik kandungnya terpapar Covid-19 adalah dengan melakukan hasil Swab PCR bukan hasil Rapid Antigen.

"Kalau dari pihak RSUD Menggala hanya menunjukkan hasil tes Rapid Antigen saja kami keberatan karena Almarhum selama ini memang ada penyakit yang diderita dan sebelum ia meninggal tidak ada gejala bahwa yang bersangkutan terinfeksi virus Covid-19," jelas Pendi. (*)