• Senin, 01 Maret 2021

Ngobrol Santai Mahasiswa Program Doktor MPI Bersama Rektor dan Kaprodi UIN RIL

Minggu, 14 Februari 2021 - 15.41 WIB
167

Mahasiswa program doktor Prodi MPI UIN Raden Intan Lampung, saat pertemuan tatap muka perdana, di Kampus UIN RIL, Sukarame, Bandar Lampung, Minggu (14/2/2021). Foto: Istimewa.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - MAHASISWA program doktor Prodi MPI UIN Raden Intan Lampung, melakukan pertemuan tatap muka perdana, di Kampus UIN RIL, Sukarame, Bandar Lampung, Minggu (14/2/2021).

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Kepala Program Studi MPI UIN RIL, Prof. Dr. Siti Fatimah, M.Pd, dan dihadiri oleh rektor UIN RIL Prof. Dr. Moh. Mukri, M.Ag, beserta mahasiswa program doktor MPI angkatan 2020. Dimulai dengan kegiatan sepeda santai, sarapan pagi dan diteruskan dengan acara diskusi santai.

Dalam kesempatan ini, Prof Mukri memberikan motivasi kepada mahasiswa program doktor yang hadir agar tetap semangat dan menyelesaikan studi tepat waktu, serta ilmu yang didapat bermanfaat bagi masyarakat.

Rektor juga memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih UIN RIL, diantaranya, UIN Raden Intan Lampung berhasil meraih peringkat 10 kampus hijau berkelanjutan penilaian UI GreenMetric tahun 2020.

Penilaian ini naik dari tahun sebelumnya, yakni peringkat 11 sekaligus mengukuhkan UIN Raden Intan sebagai kampus hijau terbaik pertama di luar Pulau Jawa.


Selain masuk ke dalam 10 besar, UIN RIL juga mendapat penghargaan lain, yaitu The Most Sustainably Innovative University in Indonesia atau sebagai kampus inovatif dalam pengembangan kampus hijau berkelanjutan.

Pemeringkatan kampus hijau berkelanjutan ini diikuti oleh 88 perguruan tinggi se-Indonesia dan 912 perguruan tinggi seluruh dunia dari 84 Negara.

Selain itu, lingkungan kampus UIN RIL merupakan daerah bebas asap rokok, jadi tidak diperkenankan dosen maupun mahasiswa merokok di area kampus.

“Tidak ada sanksi yang diberikan bagi orang yang kedapatan merokok, tapi kampus ini memberikan nilai-nilai, sehingga yang tadinya merokok menjadi tidak merokok, dan nilai itu menjadi budaya,” kata Prof Mukri.

Rektor yang dilantik pada tahun 2010 ini menambahkan, Kampus UIN juga memiliki area resapan air sebesar 30 persen yang terdiri dari 8 embung dan sekitar 8000 titik resapan biopori. Hampir semua embung dan parit yang ada airnya diisi dengan ikan.

“Area penyerapan air yang kami miliki ini sangat penting keberadaannya, karena sangat membantu wilayah sekitar. Sehingga saat musim hujan tidak mudah banjir dan saat musim kemarau masih ada air yang dapat digunakan,” tambahnya.


Rektor menambahkan, UIN Raden Intan Lampung terus melakukan upaya-upaya dalam menata lingkungan kampus dan infrastruktur pendukungnya.

Kampus utama terletak di daerah padat penduduk dengan luas 46 hektar,  memiliki rasio ruang terbuka hijau sebesar 76 persen, dengan luas hutan kampus 35 persen dan area tertutup vegetasi 40 persen.

“Kita harus mampu memberikan legacy (warisan) untuk dinikmati, diteruskan dan dikenang oleh para generasi mendatang,” pungkas Prof Mukri.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung juga memperoleh penghargaan atas prestasi sebagai PTKN BLU dengan Pengelolaan Keuangan Terbaik Kedua di lingkungan Kementerian Agama untuk Tahun Anggaran 2016-2017.

Sementara itu, Kaprodi MPI UIN RIL Prof. Dr. Siti Farimah, M.Pd, mengingatkan para mahasiswa program doktor pada akhir semester II sudah harus mempersiapkan judul proposal disertasi. Ia juga memberikan saran dan masukan kepada para mahasiswa agar melakukan penelitian sesuai dengan kebidangan masing-masing mahasiswa. Nantinya, hasil penelitian tersebut bisa diterapkan di lingkungan kerja masing-masing dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (*)


Video KUPAS TV : PBB LAMPUNG SELATAN PERBAIKI RUMAH WARGA YANG HAMPIR ROBOH