• Jumat, 24 Mei 2024

Penanganan Limbah Medis RS Metro Dikelola Pihak Ketiga

Rabu, 03 Februari 2021 - 17.46 WIB
440

Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Metro - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro mengaku sudah melakukan penanganan terhadap limbah medis Covid-19. Pengelolaannya langsung ditangani oleh pihak ketiga yang dinilai berkompeten dalam memusnahkan limbah medis.

Tak hanya pada limbah medis penanganan kasus Corona, Dinkes Metro juga melakukan hal serupa terhadap limbah medis lainnya, mulai dari tingkat Puskesmas hingga rumah sakit.

"Semua limbah medis baik sesudah penyuntikan vaksin, bahkan usai imunisasi diluar Covid-19 pun sudah kami lakukan itu. Kami bekerja-sama dengan pihak ketiga," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Metro, Redho Akbar.

Redho mengaku telah lama menangani urusan limbah medis. Mekanisme yang dilakukan dinilai telah sesuai prosedur dengan membuang limbah medis seperti jarum suntik, botol vaksin dan limbah lainnya ke safety Boks, yang kemudian akan dimusnahkan oleh pihak ketiga sesuai standar pemusnahan limbah medis.

"Kemungkinan besar limbah medis sekali pakai tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan api 60 derajat. Jika virus dipanaskan di atas 60 derajat celcius virus akan mati," lanjutnya.

Untuk pemusnahan limbah sendiri biasanya dibakar dengan suhu 1000 derajat celcius, maka semua akan menjadi abu, itu pemusnahan yang efektif termasuk jarum suntik.

Sementara, Anggota Komisi II DPRD Kota Metro, Yulianto meminta pemerintah menangani limbah atau barang bekas pakai pasien Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah.

"Ya kita belum pernah mendengar soal itu. Tapi pastinya, itu (sampah) harus ditangani secara tepat untuk warga kita yang melakukan isolasi mandiri di rumah," ujar Yulianto, Rabu (3/2/2021)

Hal itu dilakukan agar prosedur atau SOP dalam penanganan sampah atau limbah Covid-19 bagi pasien isolasi mandiri tidak bercampur dengan limbah rumah tangga yang dapat memberi dampak kekhawatiran.

"Disampaikan juga ke Puskesmas, Posyandu atau kader kesehatan. Kita kan tidak tahu bagaimana mengelola yang tepat. Bahayanya seperti apa. Artinya harus ada pengelolaan secara khusus," bebernya.

Yulianto juga mendorong instansi terkait memberikan sosialisasi lebih kepada pasien maupun keluarga dan masyarakat luas. Tidak hanya mengenai penanganan atau pun pencegahan, melainkan juga pengelolaan barang bekas pakai pasien.

"Betul sekali barang bekas pasien ini salah satu bagian penting yang harus diperhatikan. Karena bisa saja menularkan kan, jika ada penanganan khusus ya kita dukung. Misal masker bekas pakai harus dipisahkan, kemudian buangnya dititipkan ke petugas," imbuhnya.

Yulianto menambahkan, bagi masyarakat yang terkena Covid-19 tidak perlu merasa malu atau menutup diri. Karena penyakit tersebut merupakan wabah yang mendunia. Sehingga diperlukan keterbukaan agar penanganan bisa maksimal dilakukan. (*)


Video KUPAS TV : KELUARGA KORBAN SRIWIJAYA AIR ASAL TUBABA AKHIRNYA TERIMA SANTUNAN