• Jumat, 24 Mei 2024

Mulai Hari ini, Petani Metro Sudah Bisa Tebus Pupuk Subsidi

Rabu, 03 Februari 2021 - 09.02 WIB
160

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, saat dimintai keterangan di ruang kerjanya. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Sempat ramai perihal ke-langka-an pupuk subsidi dikalangan petani, kini Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menginformasikan bahwa mulai hari ini Rabu (3/2/2021) petani sudah bisa menebus pupuk subsidi di kios.

Kepala DKP3 Metro, Heri Wiratno mengatakan, hanya saja sebanyak 5.924 petani yang masuk dalam Rencana Devinitif Kelompok Tani (RDKK) yang bisa menebus pupuk subsidi.

"Untuk petani di Metro sudah bisa menebus pupuk lagi di masing-masing kios. Kalau kelompok tani nya itu kan 134, petani nya 5.924, itu yang masuk di e-RDKK. Jadi selain yang masuk di e-RDKK itu memang tidak bisa karena itu sudah jadi komitmen nasional," kata Heri," Selasa (2/2/2021).

Ia juga menjelaskan, kuota pupuk yang nantinya akan diterima tergantung pada kuota yang diberikan Provinsi Lampung dan akan didistribusikan sesuai dengan luas areal pertanian.

"Lalu mengenai kuota pupuk itu tergantung dari kuota nasional yang di turunkan ke provinsi dan provinsi diturunkan ke kabupaten kota sesuai dengan alokasi. Setiap kabupaten dan kota itu beda, kita di metro membaginya ke kelompok tani sesuai luas," ujarnya.

Heri menambahkan, terdapat lima jenis pupuk yang dapat ditebus petani. Mulai Urea, SP-36, ZA, NPK dan organik.

"Kalau harga tebus nya sama. Kalau di Kota Metro, dari jumlah yang kita minta itu hanya 60 persen yang turun, karena itu kuota untuk satu tahun," ungkap dia.

Ia juga mengajak petani untuk menggunakan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan areal pertanian, bukan melebihi dosis yang telah ditentukan.

"Ini yang persepsi yang belum tau bahwa subsidi pupuk itu oleh pemerintah berdasarkan dosis. Dosis anjuran oleh pemerintah dan bukan kemauan petani, ini yang menjadi masalah. Misalnya jatah dari pemerintah satu kwintal, tapi dia menginginkan dua kwintal maka yang satu kwintal beli sendiri di kios pengecer," tandasnya.

Sebelumnya, ke-langka-an pupuk bersubsidi terjadi di Kota Metro, para petani harus pontang-panting untuk bisa mendapatkan pupuk bantuan pemerintah pada awal masa tanam (MT) tahun ini ke toko - toko resmi yang ditunjuk pemerintah.

Darno (50) salah satu petani yang berasal dari Metro Timur mengatakan ke-langka-an pupuk bersubsidi terjadi sejak awal MT, padahal, tanaman padi pada awal masa tanam harus diberi pupuk secara berkala.

"Apabila tak diberi pupuk maka pertumbuhan tanaman padi akan terhambat, imbas nya hasil panen padi tak maksimal," kata Darno.

Dirinya menjelaskan dalam MT tahun ini, lahan yang ia kelola hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sekitar 96 kg dari Gapoktan, sedangkan seharusnya untuk lahan nya tersebut ia menggunakan sekitar 2 kwintal pupuk.

"Untuk mencukupi kebutuhan, maka bagi petani yang memiliki uang, bisa membeli pupuk non subsidi, dengan harga jauh lebih tinggi, sedangkan bagi yang tidak memiliki uang hanya bisa memanfaatkan pupuk subsidi itu saja," lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Gapoktan sari makmur, Ponisan (50). Dimana kelompok nya hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sekitar 4.400 Kg.

"Seharusnya Gapoktan kami mendapat jatah 10 ton, untuk mencukupi kebutuhan semua anggota, karena adanya pemotongan dari pemerintah maka hanya menerima 4.400 Kg," ungkapnya.

Sementara itu menyikapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Kota Metro, Basuki rahmad meminta pemerintah melakukan upaya-upaya kongkrit dan cepat dalam merespon permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.

“Pupuk langka akan mempengaruhi pola tanam dan fase pemupukan jadi ikut  terganggu, hal ini akan mengakibatkan petani terancam menghadapi kerugian yang sangat serius, proyeksi keuntungan yang akan diperoleh juga menjadi sangat minim,” ucapnya.

Politikus partai Demokrat ini juga meminta Dinas terkait mengambil peran dalam memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan secara baik di level bawah, hal ini harus cepat ditanggulangi agar petani tidak merugi. (*)


Artikel ini sudah terbit di SKH Kupas Tuntas Edisi Cetak, Rabu (03/02/2021) dengan judul 'Petani Metro Bisa Tebus Pupuk Subsidi'


Video KUPAS TV : KELUARGA KORBAN SRIWIJAYA AIR ASAL TUBABA AKHIRNYA TERIMA SANTUNAN