Pengamat Politik: Pemilu Serentak 2024 Untuk Kepentingan Elite Bukan Rakyat
Akademisi Universitas Lampung (Unila) yang juga pengamat politik, Budi Kurniawan. FoTO: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kementrian Dalam Negeri
(Kemendagri) RI telah menetapkan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala
Daerah akan tetap digelar secara serentak pada 2024 mendatang.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar menegaskan, dalam keterangan tertulisnya mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 merupakan amanat dan konsisten dengan Undang-Undang yang ada. Hal itu dikatakan menyikapi adanya usulan Revisi Undang-Undang Pemilu, usai melakukan pertemuan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021).
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami mengatakan, KPU merupakan Lembaga pelaksana UU.
"Kalau KPU itukan pelaksana UU apapun amanat UU tentang penyelenggaraan pemilu maupun pemilih akan dilaksanakan," kata Erwan, Selasa (2/2/2021).
Selain itu, akademisi Universitas Lampung (Unila) yang juga pengamat politik, Budi Kurniawan mengatakan, ditetapkannya Pilkada serentak tetap dilaksanakan pada 2024 berbarengan dengan Pemilu nasional, sepertinya ini lebih untuk kepentingan elite ketimbang rakyat. Dimana menurutnya, keputusan ini digunakan untuk menjegal kepala daerah yang potensial ketimbang alasan efisiensi.
"Selain itu juga partai incumbent akan sangat diuntungkan dengan banyaknya pelaksana tugas (PLT) yang ditunjuk kemendagri tak ada jaminan mereka netral pada pemilu 2024 nanti. Yang dirugikan tentu partai yang banyak kepala daerahnya seperti Golkar dan Nasdem," kata Budi.
Menurut Budi, apabila dilihat dari akan berdampak pada banyaknya timbul korban seperti yang terjadi pada Pemilu 2019. Hal ini bisa disiasati dan dapat diantisipasi secara teknis misal dengan syarat kesehatan. Tetapi sebenarnya ada isu yang lebih substantif yakni tetap syarat presiden trasehold (ambang batas) dan calon independent.
"Ini seharusnya lebih menjadi perhatian untuk mendatangkan calon presiden alternatif bahkan calon DPR alternatif di luar parpol. Karena parpol selama ini adalah Muara dari masalah demokrasi kita," ujarnya. (*)
Video KUPAS TV : ORANG LUAR HARUS INGAT LAMPUNG KARENA KOPINYA!
Berita Lainnya
-
Devan Ahmad Pramudia Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Harapan I Pilmapres LLDIKTI Wilayah II 2026
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Kunjungan Wapres RI di Lampung Berjalan Lancar, PLN Pastikan Pasokan Listrik Prima
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Tangis Istri Brigadir Arya Pecah di RS Bhayangkara: Tolong Bunuh Pelakunya
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Satgas Pangan Temukan Beras Premium Tak Sesuai Standar
Sabtu, 09 Mei 2026








