Besok, Petani Metro Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya. Foto : Arby/Kupastuntas.co.
METRO, Kupastuntas.co - Sempat ramai prihal kelangkaan pupuk subsidi dikalangan petani, kini Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menginformasikan bahwa mulai besok petani sudah bisa menebus pupuk subsidi di kios.
Hal itu disampaikan Kepala DKP3, Heri Wiratno saat dikonfirmasi media diruang kerjanya, Selasa (2/2/2021). Menurutnya, hanya sebanyak 5.924 petani yang masuk dalam Rencana Devinitif Kelompok Tani (RDKK) dapat menebus pupuk subsidi.
"Untuk petani di Metro mulai besok sudah bisa menebus pupuk lagi di masing-masing kios. Kalo kelompok taninya itu kan 134 kelompok tani, petaninya 5.924, itu yang masuk di e-RDKK. Jadi selain yang masuk di e-RDKK itu memang gak bisa karena itu sudah jadi komitmen nasional," kata Heri.
Ia juga menjelaskan, kuota pupuk yang nantinya akan diterima tergantung pada kuota yang diberikan Provinsi Lampung dan akan didistribusikan sesuai dengan luas areal pertanian.
"Lalu mengenai kuota pupuk itu tergantung dari kuota nasional yang di turunkan ke provinsi dan provinsi diturunkan ke kabupaten kota sesuai dengan alokasi. Setiap kabupaten dan kota itu beda, kita di metro membaginya ke kelompok tani sesuai luas," ujarnya.
Heri menambahkan, terdapat lima jenis pupuk yang dapat ditebus petani. Mulai Urea, SP-36, ZA, NPK dan organik.
"Kalau harga tebusnya sama. Kalau di Kota Metro, dari jumlah yang kita minta itu hanya 60 persen yang turun, karena itu kuota untuk satu tahun," ungkap dia.
Ia juga mengajak petani untuk menggunakan pupuk subsidi sesaui dengan kebutuhan areal pertanian, bukan melebihi dosis yang telah ditentukan.
"Ini yang persepsi yang belum tau bahwa subsidi pupuk itu oleh pemerintah berdasarkan dosis. Dosis anjuran oleh pemerintah dan bukan kemauan petani, ini yang menjadi masalah. Misalnya jatah dari pemerintah satu kwintal, tapi dia menginginkan dua kwintal maka yang satu kwintal beli sendiri di kios pengecer," tandasnya.
Sebelumnya, kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi di Kota Metro, para petani harus pontang-panting untuk bisa mendapatkan pupuk bantuan pemerintah pada awal masa tanam (MT) tahun ini ke toko - toko resmi yang ditunjuk pemerintah.
Darno (50) salah satu petani yang berasal dari Metro Timur mengatakan kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi sejak awal MT, padahal, tanaman padi pada awal masa tanam harus diberi pupuk secara berkala.
"Apabila tak diberi pupuk maka pertumbuhan tanaman padi akan terhambat, imbasnya hasil panen padi tak maksimal," kata Darno, Jum'at (29/1/2021).
Dirinya menjelaskan dalam MT tahun ini, lahan yang ia kelola hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sekitar 96 kg dari gapoktan, sedangkan seharusnya untuk lahanya tersebut ia menggunakan sekitar 2 kuintal pupuk.
"Untuk mencukupi kebutuhan, maka bagi petani yang memiliki uang, bisa membeli pupuk non subsidi, dengan harga jauh lebih tinggi, sedangkan bagi yang tidak memiliki uang hanya bisa memanfaatkan pupuk subsidi itu saja," katanya.
Hal senada disampaikan oleh ketua gapoktan sari makmur, ponisan (50), dimana kelompoknya hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sekitar 4.400 kg.
"Seharusnya gapoktan kami mendapat jatah 10 ton, untuk mencukupi kebutuhan semua anggota, karena adanya pemotongan dari pemerintah maka hanya menerima 4.400 kg," ungkapnya.
Sementara itu menyikapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Kota Metro, Basuki rahmad meminta pemerintah melakukan upaya-upaya kongkrit dan cepat dalam merespon permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.
“Pupuk langka akan mempengaruhi pola tanam dan fase pemupukan jadi ikut terganggu, hal ini akan mengakibatkan petani terancam menghadapi kerugian yang sangat serius, proyeksi keuntungan yang akan diperoleh juga menjadi sangat minim,” ucapnya.
Politikus partai Demokrat ini juga meminta Dinas terkait mengambil peran dalam memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan secara baik dilevel bawah, hal ini harus cepat ditanggulangi agar petani tidak merugi. (*)
Berita Lainnya
-
Devan Ahmad Pramudia Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Harapan I Pilmapres LLDIKTI Wilayah II 2026
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Kunjungan Wapres RI di Lampung Berjalan Lancar, PLN Pastikan Pasokan Listrik Prima
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Tangis Istri Brigadir Arya Pecah di RS Bhayangkara: Tolong Bunuh Pelakunya
Sabtu, 09 Mei 2026 -
Satgas Pangan Temukan Beras Premium Tak Sesuai Standar
Sabtu, 09 Mei 2026








