Gubernur Arinal : Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui KTNA
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan sambutan di acara pelantikan KTNA Lampung di Rumah Makan Kayu, Senin (1/2/2021). Foto: Ria/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Provinsi Lampung memiliki jumlah penduduk sebanyak 9,1 juta jiwa berdasarkan hasil sensus penduduk BPS 2020. Dari jumlah tersebut diketahui sebesar 70 persen masyarakat Lampung berprofesi sebagai petani.
Karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat Lampung salah satunya dengan kehadiran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
"Ekonomi kerakyatan akan bangkit apabila kehidupan sehari-hari para petani diberikan fasilitas sehingga usaha yang mereka tekuni mendapatkan peningkatan," kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat dimintai keterangan usai melantik KTNA Lampung di Rumah Makan Kayu, Senin (1/2/2021).
Ia melanjutkan, peningkatan ekonomi kerakyatan tentunya tidak hanya dalam usaha yang dilakukan sehari-hari namun juga perlu adanya pengembangan usaha. Sehingga petani perlu diberikan fasilitas oleh KTNA agar dapat merasakan manfaatnya.
"Produksi kopi nomor 1 di Indonesia, coklat nomor 2, padi nomor 6, jagung nomor 3, peternakan nomor 1. Ini perlu ditingkatkan agar pada akhirnya produksi juga meningkat," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KTNA Lampung Hanan A Rozak mengatakan jika usai dilantik pihaknya segera melakukan konsolidasi baik internal dan eksternal. Konsolidasi eksternal berupa sinergi program kegiatan satuan kerja terkait.
"Karena pembangunan pertanian bukan hanya petani tapi juga pemerintah dan semua pihak harus di integrasikan. Alhamdulillah Lampung menjadi pelopor terkait dengan digitalisasi pertanian," katanya.
Ia juga mengatakan jika Lampung menjadi salah satu daerah pelopor digitalisasi pertanian. Salah satunya dengan kehadiran Kartu Petani Berjaya (KPB). Ia juga memastikan jika petani Lampung tidak akan mengalami kendala dalam mendapatkan pupuk dan bibit.
"Pupuk dan bibit insyaallah tidak akan ada masalah. Masyarakat di kontak tani ada sebagian penangkar bibit. Ini insyaallah akan dujaminan bibit yang diproduksi petani Lampung kualitas nya aman. Ini juga akan dipasarkan ke luar daerah tapi utamanya terserap oleh petani Lampung sendiri," katanya. (*)
Video KUPAS TV : BATU YANG MENGHANTAM RUMAH WARGA DI LAMTENG DIPASTIKAN METEOR
Berita Lainnya
-
Sakit Hati Diputuskan, Pemuda Asal Lampung Selatan Sebar Video Syur Mantan
Jumat, 19 Juni 2026 -
Muhammad Ali Desak Sanksi Lebih Berat kepada Anggota DPRD Indra Feriza yang Tidur Saat Paripurna
Jumat, 19 Juni 2026 -
155 Dosen Tingkatkan Kompetensi Melalui Short Course di UIN RIL
Jumat, 19 Juni 2026 -
UIN Raden Intan Umumkan UKT Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Pembayaran Ditutup 26 Juni 2026
Jumat, 19 Juni 2026








