Warga Pekon Bedudu Lambar Ancam Demo PT Tiga Oregon Putra, Ini Alasannya
Peratin (Kepala Desa) Pekon Bedudu, Alexander Metias. Foto: Doc/Kupastuntas.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Warga masyarakat Pekon (Desa) Bedudu, Kecamatan Belalau, Lampung Barat (Lambar) yang lahan perkebunannya rusak akibat aktivitas pembagunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) oleh PT Tiga Oregon Putra yang berlokasi di wilayah Dusun Tabak, Pekon Balak dan Dusun Way Kuwol, Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak, akan melakukan demo.
Hal itu disampaikan Peratin (Kepala Desa) Pekon Bedudu, Alexander Metias. Ia menyebut masyarakat yang merasa dirugikan sudah mulai geram karena hingga saat ini pihak PT Tiga Oregon Putra belum mengganti rugi lahan perkebunan kopi milik warga yang longsor tergerus aliran kali semaka.
"Saya bingung, dari pihak PT belum ada tanda-tanda mengenai ganti rugi lahan. Sedangkan masyarakat terus bertanya kepada saya. Beberapa kali perwakilan masyarakat datang ke rumah menyampaikan akan demo tapi saya tahan sembari menunggu etikat baik dari pihak perusahaan," kata Alex, saat dihubungi Kupastuntas.co, Minggu (31/1/2021).
"Sekarang kan masih ditengah pandemi, itulah salah satu yang saya sampaikan dengan masyarakat jika akan melakukan aksi. Sehingga jangan sampai mengakibatkan kerumunan. Tapi jika masyarakat bergerak tanpa pemberitahuan dengan saya itu sudah di luar kapasitas saya," timpal Alex.
Mengenai persoalan di PT Tiga Oregon Putra, sebelumnya pihak Komisi 1 DPRD Lampung Barat melalui ketua Komisi, Untung berjanji akan turun tangan jika persoalan tersebut sudah ditangani oleh pemerintah, namun tidak menemui titik terang.
Sedangkan dari pihak pemerintah, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beberapa hari yang lalu mengaku dalam waktu dekat akan segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi lahan perkebunan warga termasuk jalan Provinsi dan jalan Kabupaten yang rusak akibat intensitas pengangkutan material oleh PT Tiga Oregon Putra. (*)
Video KUPAS TV : ORANG LUAR HARUS INGAT LAMPUNG KARENA KOPINYA!
Berita Lainnya
-
Peserta PBPU JKN Lampung Barat Turun 9.027 Orang, Pemkab Anggarkan Rp10,2 Miliar
Rabu, 21 Januari 2026 -
Perkuat Pelestarian Budaya, Disdikbud Lambar Ganti Jumat Berbahasa Lampung Jadi Kamis Beradat
Rabu, 21 Januari 2026 -
Proyek Penanganan Longsor Liwa–Hanakau Lambar Selesai Tanpa Finishing, Warga Pertanyakan Sisa Anggaran
Selasa, 20 Januari 2026 -
Temuan Masalah MBG di Lampung Barat: Dapur Tak Higienis hingga Fasilitas Belum Lengkap
Selasa, 20 Januari 2026









