• Selasa, 11 Mei 2021

Dampak Pandemi Covid-19 di Sektor Pariwisata Lampung, Kunjungan Wisatawan Hanya Dua Juta Setahun

Kamis, 28 Januari 2021 - 14.23 WIB
398

Acara Kupas Podcast dengan tema ‘Menakar potensi kopi dan wisata Lampung di masa pandemi’ yang dipandu oleh host Reny Agustina, di studio Podcast Kupas Tuntas, Kamis (28/1). Foto : Reza/Kupastuntas.co

 Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu yang pertama terkena dampak pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung.

Terkait pariwisata dan kopi diulas dalam acara Kupas Podcast dengan tema ‘Menakar potensi kopi dan wisata Lampung di masa pandemi’ yang dipandu oleh host Reny Agustina, di studio Podcast Kupas Tuntas, Kamis (28/1).

Kepala Dinas Parwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Edarwan mengungkapkan, sebelum adanya pandemi di tahun 2020, pergerakan wisatawan di Provinsi Lampung dalam setahun bisa mencapai 12 juta orang.

Namun sepanjang tahun 2020, pergerakan wisatawan di Provinsi Lampung hanya mencapai dua juta orang. Menurutnya, di awal tahun 2020 masyarakat dalam kondisi gamang menghadapi suasana yang belum pernah dihadapi.

”Pariwisata ini adalah yang paling awal terdampak pandemi. Dan mungkin terakhir yang akan bangun. Tapi hipotesa itu tidak bisa kita terima, dimana harus kita yang awal bangkit. Karena kalau berfikir negatif nanti terakhir terus. Kita rubah paradigmanya, kita yang awal harus bangkit,” ujar Edarwan.  

Edarwan menuturkan, sejak awal tahun 2020, sudah banyak pengalaman juga kebijakan pemerintah yang mana lebih mengarahkan masyarakat, sehingga masyarakat bisa memahami terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Protokol ini wajib di tempat pariwisata, restoran itu haru kita sadari bersama. Karena kita akan bangkin kalau protokol kesehatan ini dilakukan dengan baik,” kata dia.

Sementara itu, Owner El’s Coffe Lampung, Elkana Arlen Riswan mengaku, sebagai pelaku ekonomi kreatif di bidang kopi pihaknya merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

“Rencana di tahun 2020 beratakan. Jujur saja saya yakin semua mengalami hal yang sama, semua harus menjaga protokol kesehatan. Kunci saat ini adalah bagaimana kita saling menjaga protokol kesehatan. Memang kita ingin maju tetapi kita harus menjaga kesehatan masyarakat juga,” ujar Elkana.

Ia mengatakan, melihat di tahun 2021 yang kembali dilakukan pengetatan oleh pemerintah. Akan tetapi menurutnya tidak seperti di awal terjadinya pandemi.

“Tidak seperah di awal, kita sudah mengerti apa yang harus dilakukan , kalau di awal kita kan shock,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menambahan, semenjak pandemi pada Maret 2020, ada kebijakan pemerintah agar masyarakat disarankan untuk beraktifitas dari rumah. 

“Itu adalah fase tanggap darurat. Yang tidak di rumah kami Polri, TNI dan petugas kesehatan. Presiden sekitar Juni memberlakukan sistem new normal. Ini tentuntya harus dimaknai bukan kembali normal,” kata Pandra.

Menurut Pandra, dengan adanya komite penaganan Covid-19 dan petugas pemulihan ekonomi, maka terdapat keseimbangan.

“Kami memberikan kedisiplinan kepada masyarakat bersama dengan unsur tiga piar yakni Pemerintah provinsi, kab/kota, Polri-TNI,” jelasnya. (*)