Bertambah 9, Terkonfirmasi Covid-19 Lampung Barat Tersebar di Empat Kecamatan
Satuan Tugas penanganan Covid-19, bidang komunikasi publik Erna Yanti saat memberikan keterangan. Foto: doc.Kupastuntas.co
Lampung Barat, Kupastuntas.co - Meski baru sehari ditetapkan menjadi zona oranye penyebaran Covid-19 setelah sepekan zona merah, hari ini terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Lampung Barat kembali bertambah sembilan (9) kasus sehingga total pertanggal (26/1) menjadi 208 kasus.
Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19, bidang komunikasi publik Erna Yanti mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat Paijo mengungkapkan dari sembilan kasus terbaru enam diantaranya bergejala sedangkan tiga lainnya tidak bergejala.
"Kasus lama 199 dan kasus terbaru Sembilan. Jadi total sudah 208 dengan rincian 10 kasus kematian, 60 sesang menjalani isolasi dan 138 lainnya sudah dinyatakan sehat atau sembuh," kata Erna melalui sambungan selulernya.
"Sembilan orang kasus terbaru ini tersebar di Empat Kecamatan yaitu Kecamatan Sukau 1 kasus, Balik Bukit 4 kasus, Sumber Jaya 2 kasus, dan Kecamatan Kebun Tebu 2 kasus," sambung Erna.
Untuk Tracing tambah Erna, sedang berlangsung atau masih dilakukan oleh petugas Puskesmas di masing-masing wilayah maupun kecamatan. Semoga hasilnya tidak tidak ada yang rekatid atau opsitif Swab ketika keluar hasilnya nanti.
Erna mengimbau agar masyarakat tetap memaatuhi protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan oleh pemerintah meskipun Lampung Barat sudah tidak zona merah lagi, tidak boleh lengah, protokol Covid-19 wajib tanpa terkecuali. (*)
Berita Lainnya
-
Proyek Penanganan Longsor Liwa–Hanakau Lambar Selesai Tanpa Finishing, Warga Pertanyakan Sisa Anggaran
Selasa, 20 Januari 2026 -
Temuan Masalah MBG di Lampung Barat: Dapur Tak Higienis hingga Fasilitas Belum Lengkap
Selasa, 20 Januari 2026 -
Geothermal Suoh–Sekincau Diproyeksi Jadi Sumber Pendapatan Baru Lampung Barat
Selasa, 20 Januari 2026 -
Sempat Rusak dan Dikeluhkan, Air Mancur Taman Ham Tebiu Lambar Kembali Memancar
Selasa, 20 Januari 2026









