Meski Harga Naik, Pemprov Pastikan Stok Daging Sapi di Lampung Aman
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, saat dimintai keterangan, Senin (25/1/2021). Foto: Siti/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan jika stok daging sapi di Lampung aman dan tetap mengalami surplus meski harga daging sapi di pasaran tengah mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengatakan, kebutuhan daging sapi masyarakat Lampung berada di angka 85 sampai dengan 91 ton setiap bulannya. Sementara ketersediaan daging sapi di Lampung mencapai angka 1.400 hingga 1.500 ton.
"Jangan khawatir, stok aman. Karena Lampung lumbung ternak dan 40 persen kebutuhan Jakarta kita yang penuhi," kata Lili, saat dimintai keterangan, Senin (25/1/2021).
Kenaikan harga per kilogram berat hidup sudah terjadi sejak Juli 2020 dan terus berlangsung hingga Januari 2021. Kenaikan tersebut terjadi pada sapi impor yang didatangkan dari Australia.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Satri Alam, melalui Kabid Perdagangan Dalam Zimmi Skil mengatakan, kenaikan harga daging sapi akibat adanya kenaikan karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Kenaikan harga karkas di RPH saat ini dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia. Dimana pada Juni 2020 masih berada di kisaran 2,8 dolar Amerika Serikat per Kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi 3,78 dolar Amerika Serikat per Kg.
"Kenaikan per kilogram nya sekitar Rp5 ribu. Daging sapi khas Rp125 ribu per kg rata-rata di pasaran. Sebelumnya Rp120 ribu per Kg. Daging sapi paha belakang sekitar Rp122 ribu per Kg sebelumnya Rp117 ribu per Kg," terangnya.
Ia menambahkan, faktor utama penyebab kenaikan harga sapi bakalan di Australia akibat adanya program repopulasi, pemenuhan permintaan konsumsi dalam negeri dan peningkatan permintaan dari negara lain. (*)
Video KUPAS TV : KABUPATEN TUBABA TERIMA RIBUAN VAKSIN COVID 19, SEGERA VAKSINASI MASSAL
Berita Lainnya
-
Korupsi Dana PI PT LEB, Budi Kurniawan Divonis 7 Tahun Penjara, Heri Wardoyo 3 Tahun
Kamis, 18 Juni 2026 -
LPM UIN RIL Gelar Guest Lecture Bahas Paradoks Religiusitas dan Moralitas di Indonesia
Kamis, 18 Juni 2026 -
DWP UIN RIL Gelar Kajian Peran Istri dalam Mendampingi Tugas Suami
Kamis, 18 Juni 2026 -
KSOP Kelas I Panjang Gandeng Humas UIN RIL Berbagi Strategi Pengelolaan Media Sosial
Kamis, 18 Juni 2026








