• Senin, 08 Maret 2021

Gedung SDN 3 Pasarmadang Kotaagung Terancam Ambruk Akibat Abrasi

Minggu, 24 Januari 2021 - 18.15 WIB
49

Kondisi Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, terancam ambruk akibat abrasi oleh gelombang pasang laut Teluk Semaka yang menghantam lokasi gedung tiga hari lalu.

Pantauan Kupastuntas.co, Minggu (24/1/2021), gedung SDN yang berada di perkampungan nelayan Dusun Kapuran Kelurahan Pasarmadang, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selain sudah lapuk di makan usia, juga terjadi kerusakan di sana sini.

Kondisinya diperparah dengan bagian pondasi gedung nya sudah nyaris terkikis abrasi. Hanya tersisa kurang dari 30 centimeter lagi letak gedung dengan batas air laut tumpah jika terjadi gelombang pasang.

Satu-satunya yang menghambat gelombang pasang menghantam gedung sekolah adalah bekas rumah warga yang sudah lama pindah akibat dihantam ombak setiap musim gelombang pasang.

Pasalnya, pohon-pohon kelapa yang ditanam di sebidang tanah milik warga yang memisahkan gedung SDN dengan bibir pantai sudah banyak yang roboh.

"Kalau tidak ada bekas bangunan rumah warga ini, mungkin gelombang pasang sudah kena gedung sekolahan. Tapi mau sampai kapan itu bertahan," kata Pulung (37), warga setempat.

Herman, salah seorang staf operator SDN 3 Kuripan, yang rumahnya hanya beberapa meter dari SDN 3 Pasarmadang menuturkan, satu unit gedung sekolah yang kritis tersebut adalah ruang belajar (rombel) kelas I, II dan III.

"Tiga hari lalu atau tepatnya Kamis (21/1/2021) ada gelombang pasang yang menghantam gedung sekolah," kata Herman.

Padahal, rencananya tahun ini rombel Kelas I, II dan III tersebut akan dibangun oleh pemerintah. Juga membangun talut atau beronjong penahan gelombang laut, agar saat gelombang pasang terjadi, tidak mengenai gedung sekolahan.

Selain itu, perlu juga dilakukan penanaman pohon seperti pohon Ketapang di sepanjang bibir pantai dan sekitar talut atau beronjong.

"Sebab kalau talut atau beronjong saja, lama-lama habis tergerus ombak. Kalau ada pohon bisa mencegah abrasi," lanjutnya.

Mamat, tokoh masyarakat setempat mengatakan, gelombang pasang laut Teluk Semaka selama ini sudah banyak merusak rumah dan fasilitas umum, seperti jalan paving block, MCK dan pemakaman umum. 

"Dulu, laut ini jauh dari permukiman warga. Sekarang rumah warga yang di pantai sudah habis, malah saat ini sudah mengancam rumah yang ada di dalam, termasuk sekolahan," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah secara serius mengatasi persoalan ini. Karena beberapa kali dibangun dan dipasang penahan ombak juga tidak bertahan lama. (*)


Video KUPAS TV : JASA RAHARJA BERIKAN SANTUNAN RP50 JUTA KEPADA KELUARGA KORBAN SRIWIJAYA AIR