• Senin, 08 Maret 2021

Positif Covid-19 di Tanggamus Tambah 16 Kasus, Satu Diantaranya Meninggal

Jumat, 22 Januari 2021 - 21.54 WIB
125

Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tanggamus kembali bertambah 16, satu diantaranya meninggal dunia, Jumat (22/1/2021).

Penambahan 16 kasus terseut, 11 diantaranya merupakan kasus baru, dari sebelas kasus baru dan 5 kasus hasil tracing kontak erat.

Dengan adanya penambahan 16 pasien ini, maka total kasus positif Covid-19 di Bumi Begawi Jejama mencapai 474 orang. Dengan pasien sembuh sebanyak 393 orang, pasien dirawat sebanyak 57 orang, dan pasien meninggal dunia sebanyak 24 orang.

Adapun 11 pasien baru tersebut adalah, Pasien 459, BA (70) laki-laki, warga Podomoro Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang

Pasien 460, H  (48) perempuan, warga Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur.

Pasien 461, AH (48) laki-laki, warga Kecamatan Gisting.

Pasien 465,  EW (44) perempuan, warga Pekon Gunung Megang, Kecamatan Pulau Panggung.

Pasien 466,  M (40)  perempuan, warga Mincang Pekon Sindang Marga, Kecamatan Pulau Panggung.

Pasien 467,  N (58) laki-laki, warga Pekon Kebumen, Kecamatan Sumberejo.

Pasien 468, W (70) perempuan, warga Pekon Sidorejo, Kecamatan Sumberejo.

Pasien 471,  R (56) pere,puan, warga Pekon Balak Pekon Kunyayan, Kecamatan Wonosobo.

Pasien 472, SS (44) perempuan, warga Pekon Sumanda, Kecamatan Pugung.

Pasien 473,  Y (51)  perempuan, warga Pekon Sumanda, Kecamtan Pugung.

"Pasien kesebelas dari pasien kasus baru ini adalah pasien meninggal dunia, beliau pasien 474 berinisial S, berjenis kelamin perempuan berusia 61 Tahun, warga Sumberkarya, Kecamatan Sumberejo," kata jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus, dr Eka Priyanto, Jumat (22/1/2021) malam. 

Sementara pasien 462,463, 464,469,470 merupakan kasus hasil tracing kontak erat dari pasien 382 Ny. DM di Kota Agung, pada kasus hasil tracing ini merupakan kasus tampa gejala. 

"Namun karena tidak adanya keluhan secara medis, pasien dilakukan isolasi mandiri," pungkas Eka. (*)