• Senin, 01 Maret 2021

Budidaya Lebah Klanceng di Tengah Pandemi Hasilkan Jutaan Rupiah

Rabu, 20 Januari 2021 - 15.30 WIB
46

Nursalim saat menunjukan rumah lebah klanceng. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Usaha budidaya lebah jenis klanceng yang dilakoni Nursalim, warga Desa Rajabasalama, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur (Lamtim) menjadi usaha rumahan yang tepat saat pandemi Covid-19.

Sembilan bulan ditekuni, sedikitnya ada sebelas koloni lebah jenis klanceng di sekitar rumah Nursalim. Rumah lebah tersebut cukup sederhana, hanya memanfaatkan bongkahan batang pohon yang sudah dibentuk kotak hingga bulat.

Di bagian batang kayu terdapat satu lubang seukuran jari manusia sebagai pintu keluar masuk ribuan lebah. Untuk mendapatkan hasil madu yang maksimal, Nursalim cukup kreatif dengan menanam berbagai jenis bunga dan buah-buahan, "Selain pekarangan rumah indah dan terlihat asri, bunga juga bermanfaat untuk menghasilkan madu," kata Nursalim, Rabu (20/1/2021).

Harga yang dihasilkan dari lebah klanceng sangat fantastis, yakni satu liternya mencapai Rp600 ribu hingga 1 juta. Sementara dalam satu bulan, sebanyak 2 hingga 5 liter madu yang dihasilkan.

Meski dari warna sangat berbeda dari madu pada umumnya, madu yang dihasilkan oleh lebah klanceng berwarna kehitaman dan rasanya asam, juga tidak begitu kental. Namun, madu tersebut banyak peminatnya. Bahkan, belum masuk masa panen pun sudah banyak yang memesan.

“Orang sudah merasakan sendiri manfaat madu klanceng. Terlebih di tengah pandemi seperti saat ini, jadi banyak yang minat,” pungkasnya. (*) 

Video KUPAS TV : Korupsi Dana Desa, Kepala Pekon Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pringsewu