Enam Sampel DNA Keluarga Korban SJ-182 Asal Tubaba Dikirim ke RS Kramat Jati
Konferensi pers di kantor Jasa Raharja, Senin (11/1/2021). Foto : Ria/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Lampung telah mengirim enam sampel DNA dari tiga keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang merupakan warga Toto Makmur, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).
Baca juga : Tiga Warga Tubaba Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air
Kabid Dokkes Polda Lampung, Kombespol dr. Andri Badarsyah mengatakan, ke-enam DNA tersebut diambil dari keluarga terdekat yang masih memiliki hubungan darah seperti ayah dan ibu. Ke-enam sampel DNA tersebut sudah dikirim ke Rumah Sakit Kramat Jati guna proses identifikasi.
"Sampel DNA keluarga terdekat yang mempunyai hubungan darah dengan korban seperti ayah dan ibu sudah kami ambil. Sampel DNA ada enam tadi malam sudah kami bawakan ke Kramat Jati," katanya saat dimintai keterangan usai menghadiri konpers di kantor Jasa Raharja, Senin (11/1/2021).
Selain DNA, beberapa poin yang diambil tim DVI yakni sidik jari dan gigi gerigi yang masuk ke data primer antemortem.
Ia melanjutkan, selain mengambil sampel DNA pihaknya juga telah mengumpulkan data antemortem yakni data sebelum kematian baik medis maupun barang yang melekat yang didapatkan dari pihak keluarga.
Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Diduga Jatuh di Pulau Laki, Hilang Kontak Pukul 14.40 WIB
Hal-hal yang dikumpulkan itu kemudian dibandingkan dengan postmortem, atau data yang didapat dari temuan di tempat kerjadian perkara (TKP).
"Data antemortem tersebut seperti tanda fisik, tanda medis, baju yang dimiliki korban, struktur wajah, sampai dompet nya. Semua tanda medis maupun properti dari korban semasa hidup sudah kami ambil dari pihak keluarga," paparnya.
Ia melanjutkan, pada hari ini Tim Trauma Healing Polda Lampung juga akan mengunjungi rumah duka guna memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga korban.
"Saat ini tim trauma hiling dari Polda Lampung datang ke rumah duka di Tubaba. Trauma hiling yang diberikan seperti penyemangat dan dukungan moral kepada keluarga," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : PEMERINTAH REKRUT SATU JUTA GURU PPPK, APA BEDANYA DENGAN PNS?
Berita Lainnya
-
Kontingen Atletik Lampung Raih 1 Emas dan 3 Perak di Jatim Open 2026
Minggu, 03 Mei 2026 -
Grand Final Duta Kampus UIN RIL 2026, WR III Tekankan Citra Positif hingga Peran Agen Perubahan
Minggu, 03 Mei 2026 -
UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026
Minggu, 03 Mei 2026 -
Polisi Bekuk Dua Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Bandar Lampung, Ini Modusnya
Sabtu, 02 Mei 2026








