Kawanan Gajah Liar Rusak Tanaman Petani di Lampung Timur
Satu bangunan dekat lahan milik petani terlihat rusak akibat kawanan gajah. Foto : Agus/Kupastuntas.co
Lampung Timur, Kupastuntas.co - Selama tiga hari berturut turut, kawanan gajah liar asal hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) keluar hutan dan merusak tanaman petani Desa Tegal Ombo, Kecamatan Way Bungur.
Hal tersebut di tegaskan oleh warga setempat Sugik saat di konfirmasi, Rabu (6/1/2021).
Akibat rombongan binatang bertubuh tambun itu, tanam singkong dan padi milik petani Tegal Ombo menjadi sasaran, bahkan satu gubuk jaga roboh oleh kawanan binatang berbelalai tersebut.
Saat gajah gajah liar merangsek tanaman petani tidak melakukan pengusiran atau jaga malam di pinggir hutan TNWK.
"Karena kondisi hujan kami tidak berani menghalau, khawatir terjadi hal hal yang tidak diinginkan, saat mengusir gajah liar," terang Sugik yang juga sebagai Pam Swakarsa penghalau gajah.
Persoalan konflik gajah liar dan petani merupakan persoalan klasik yang susah dicarikan solusi dan hal itu terjadi setiap musim tanam di sawah penyangga hutan Way Kambas.
Bahkan petani sudah jenuh dengan persoalan tersebut, artinya petani hanya bisa pasrah. "Mau gimana tanaman rusak juga tidak ada yang menggantikan meski sudah berkali kali petani teriak dengan pemerintah," ujar sugih.
"Jika nanti malam tidak hujan kami akan berjaga sebab jika terus dibiarkan petani penyangga hutan tidak bisa memanen tanaman nya akibat dirusak oleh gajah," kata sugih
Gajah liar yang berjumlah 12 tersebut sangat mudah untuk memasuki lahan pertanian warga sebab hutan dan persawahan hanya dibatasi oleh sungai sementara gajah bisa berenang dan menyebrangi sungai. (*)
Berita Lainnya
-
Gajah Jantan Ditemukan Mati di TNWK, Polisi Selidiki Penyebabnya
Senin, 22 Juni 2026 -
Satu Korban KM Arof Tenggelam di Lampung Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 -
Belum Sehari Dilaporkan, Polisi Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Lampung Timur
Sabtu, 13 Juni 2026 -
Gudang Kasur dan Mebel di Lampung Timur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai 1,5 miliar
Jumat, 12 Juni 2026








