Kedelai Mahal, Pemilik Warung Makan Naikkan Harga Tahu-Tempe
Asih, pemilik warung makan Bik Roai, yang berada di jalan Gajah Mada, Kecamatan Enggal, saat melayani pembeli. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dampak kenaikan harga kedelai yang terjadi sejak dua bulan terakhir, rupanya hal itu membuat para pemilik warung makan menaikkan harga menu olahan tahu dan tempe.
Seperti yang terjadi pada warung makan Bik Roai, yang berada di jalan Gajah Mada, Kecamatan Enggal. Dimana warung yang menyediakan makanan dengan prasmanan itu, ikut menaikkan harga tahu dan tempe per potong.
"Kita tidak memperkecil ukuran tempe. Hanya saja yang biasanya harga Rp3.000, sekarang Rp5.000," ujar Asih, pemilik warung, Selasa (5/1/2021).
Ia mengaku, setiap harinya ia berbelanja tempe dan tahu untuk menu di warung makan miliknya menghabiskan uang sebesar Rp70 ribu.
"Sebelum naik, kita biasa beli Rp50 ribu per hari," terangnya.
Asih berharap, harga tahu dan tempe di Pasaran kembali normal, sehingga warung miliknya kembali normal harganya dan banyak pembeli.
"Biasanya tempe bacem Rp1.500 dapat dua, sekarang Rp1.000 dapat satu. Sementara kalau tahu Rp1.500 dapat satu sekarang," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Kebun Buah PKK Provinsi Lampung Dibuka, Jadi Objek Agrowisata Terbaru
Berita Lainnya
-
Rapat Pleno TPAKD Lampung 2026: Perluas Inklusi Keuangan, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 14 Juni 2026 -
GEKIRA Gelar Rakernas dan Seminar Nasional 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Dukung Transformasi Ekonomi Nasional
Minggu, 14 Juni 2026 -
Apindo Lampung Buka Penjaringan Ketua
Sabtu, 13 Juni 2026 -
Sambut Euforia Piala Dunia dengan Festival Jelajah Rasa Spesial Pildun di Golden Tulip Springhill Lampung
Sabtu, 13 Juni 2026








