Warga Sekincau Lambar Keluhkan Penyaluran BLT Covid-19
Kantor Peratin Pekon Tiga Jaya. Foto: Satoris/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Lampung Barat - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada empat
pekon di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat diduga tidak selektif dan
bermuatan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Pasalnya, hasil
penelusuran ke sejumlah sumber di Pekon Giham Suka Maju, Tiga Jaya, Waspada dan
Pampangan didapati keluhan masyarakat terhadap Peratin (Kepala Desa) dan perangkatnya sebagai penentu kebijakan
dalam penetapan penerima BLT-DD.
Dua ibu rumah
tangga di Pekon Giham Suka Maju mengatakan, dirinya tidak tercatat untuk
mendapatkan BLT-DD, padahal secara kasat mata keadaan ekonomi masih tergolong
sama bahkan lebih rendah dari yang diprioritaskan sebagai penerima BLT-DD.
“Kami tidak pernah dapat
BLT-DD, PKH dan BPNT. Hanya bantuan dari Dinas sosial berupa beras 10 Kg dan
ikan kaleng," lanjutnya.
Ditanya tentang
dampak dari pandemi Covid-19, dua ibu rumah tangga ini mengaku sangat terdampak
terlebih Kecamatan Sekincau sempat terisolasi karena ada yang dinyatakan
positif Covid-19 dan meninggal dunia.
"Kami hanya
mengandalkan suami yang kerja serabutan," ungkapnya.
Terpisah, beberapa warga
di Pekon Tiga Jaya, Waspada dan Pampangan menyampaikan pengakuannya.
"Kami tidak
tahu bagaimana cara peratin menentukan warga yang menerima BLT-DD. Saya hanya menerima satu kali Rp 600 ribu dan
satu kali paket sembako dari Pemda," kata salah satu kepala rumah tangga di
Pekon Tiga Jaya.
"Saya pernah
dapat satu kali katanya BLT-DD dan paket sembako dari Pemda juga satu kali.
Kalau orang lain dapat berkali-kali enggak apa itu milik mereka,” ungkap salah
satu warga.
Meski Kupastuntas.co
telah berupaya untuk mengkonfirmasi empat peratin di Kecamatan Sekincau, Rabu
(29/12/2020) lalu, terkait adanya dugaan
KKN. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban.
Bahkan saat dikunjungi di Kantor dan di kediamannya, Peratin
Tiga Jaya, Prayitno tidak ada di tempat.
Berita Lainnya
-
Sidang Lanjutan Kasus Ganja 987 Gram di PN Liwa, Terdakwa Mengaku Dijebak
Rabu, 13 Mei 2026 -
Dikeluhkan Warga, Camat BNS Pastikan Sanitasi di Sukajadi Segera Diperbaiki
Selasa, 12 Mei 2026 -
Sampah Lampung Barat Tembus 127 Ton per Hari, Sebagian Besar Belum Tertangani
Selasa, 12 Mei 2026 -
Proyek Sanitasi di BNS Lambar Diduga Asal Jadi, Warga Keluhkan Air Mati dan Tak Ada Septic Tank
Selasa, 12 Mei 2026








