Petugas Kesulitan Lakukan Tracing Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya
Petugas melakukan rapid test di Puskesmas. Foto: Ist.
Lampung Barat, Kupastuntas.co - Hingga saat ini tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Lampung Barat sedang melakukan Tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan 2 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Namun ditengah perjalanan melakukan tracing, petugas menemukan kesulitan karena ada beberaoa keluarga almarhum yang tidak mau dilakukan rapid test di Puskesmas melainkan harus di rumah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Camat Way Tenong, Wahyudi Heru Iskandar. Ia menyebut hingga pagi ini pihak Puskesmas sudah melakukan Tracing terhadap 80 orang baik keluarga maupun kerabat dan petugas kesehatan.
Akan tetapi kata Heru begitu sapaan akrab Wahyudi Heru Iskandar, karena petugas mengalami kesulitan untuk melakukan tracing maka pihaknya akan melakukan pendekatan terlebih dahulu dengan keluarga almarhum.
"Kami menginginkan rapid test dilakukan di Puskesmas karena apabila dilakukan dirumah warga bisa menimbulkan keresahan terhadap warga lain, mengingat petugas akan menggunakan alat pelindung diri lengkap," kata Heru melalui sambunga selulernya, Kamis (24/12/20).
"Kita tidak ingin ada keresaha ditengah masyarakat dengan adanya kasus baru ini, makanya akan kita upayakan dulu bagaimana caranya supaya keuarga almarhum bisa dilakukan rapid test di Puskesmas. Kalau tidak ya terpaksa harus dilakukan dirumah saja," timpal Heru.
Atas nama Camat, Heru mengimbau agar masyarakat yang ada di Kecamatan Way Tenong khususnya kelurahan Pajar Bulan untuk tidak panik atas kejadian tersebut, tetap tenang dan selalu patuhi protokol kesehatan demi keamanan bersama. (*)
Video KUPAS TV : Kapal Dari Bakauheni Kandas di Dekat Pelabuhan Merak, 9 Jam Terombang Ambing
Berita Lainnya
-
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Parosil Pastikan Pembangunan Adil Merata
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026









