Perihal 4.000 Kotak Amal Diduga Jadi Sumber Pendanaan Teroris, Kemenag Lampung Evaluasi LAZ
Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim saat dimintai keterangan. Foto: Doc/Kupastuntas.co.
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Kantor Wilayah Kementerian Agama ( Kanwil Kemenag) Lampung turut bergerak menindaklanjuti temuan dari Mabes Polri terkait adanya 4.000 kotak amal yang tersebar di wilayah Lampung diduga menjadi sumber pendanaan jaringan radikal.
Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim mengatakan, Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang diduga terlibat didalam pengumpulan dana untuk pembiayaan jaringan radikal.
"Ya, nanti akan kita evaluasi. Kalau LAZ dari Kanwil Kementerian Agama setelah mendapat rekomendasi dari BAZNAS," katanya saat dimintai keterangan, Minggu (20/12/2020).
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga berpesan kepada seluruh masyarakat khususnya warga Lampung untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan sumbangan baik zakat, infaq dan sedekah.
"Sebab diindikasikan banyak kotak-kotak amal yang disalah gunakan peruntukannya serta tidak tepat sasaran hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya saja," katanya.
Karenanya, masyarakat sebaiknya menyalurkan kelebihan hartanya tersebut ke lembaga-lembaga pemerintah yang bertugas menerima atau menampung dan menyalurkan nya secara akuntable, profesional serta tepat sasaran ke masyarakat.
"Masyarakat bisa menyalurkan ke BAZNAS Provinsi atau Kabupaten/Kota atau unit pengumpul zakat (UPZ ) di dinas atau instansi pemerintah atau Kementerian Agama Provinsirov atau Kabupaten/Kota," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Puluhan Tersangka Teroris Dipindahkan Dari Lampung, Termasuk Pelaku Bom Bali Dan Bom Gereja
Berita Lainnya
-
Bandar Lampung Sabet Juara I Nasional Creative Financing, Kemendagri Beri Penghargaan
Sabtu, 25 April 2026 -
Kunker ke Bandar Lampung, Mensos Dorong Akurasi dan Digitalisasi Data Bansos
Sabtu, 25 April 2026 -
Mendagri Ajak Lima Kepala Daerah di Sumbagsel Buat Program Konkret 2027-2029
Sabtu, 25 April 2026 -
ITERA Bakal Bangun Auditorium Raksasa Berkapasitas 5.000 Orang, Ajukan Anggaran Rp200 Miliar
Sabtu, 25 April 2026








