Edwin Rusli: Rapid Test Antigen Bukan untuk Umum
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli. Foto: Sulaiman/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kepala Dinas Kesehatan kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan, penggunaan rapid test antigen pada dasarnya di Puskesmas sudah ada, namun hal itu bukan untuk umum. Melainkan hanya untuk seseorang yang dinyatakan reaktif dari rapid test antibody.
"Kalau orang mau langsung minta dilakukan rapit test antigen itu tidak bisa. Begitu juga di RS Tjokrodipo. Kita belum mengeluarkan rapid test antigen untuk umum," ujar Edwin, saat dihubungi Kupastuntas.co, Minggu (20/12/2020).
Baca juga : Libur Nataru, Masuk Lampung Wajib Tunjukkan Suket Nonreaktif Rapid Antigen
Akan tetapi, jika masyarakat ingin langsung melakukan rapid test antigen. Hal itu dapat dilakukan pada rumah sakit swasta yang membuka layanan rapid antigen tersebut.
"Kalau di RS Swasta itu ada untuk umum, tapi bayar. Tarif nya kisaran Rp300 ribu sampai Rp350 ribu itu lah," lanjutnya.
Sementara itu, untuk rapid test antibodi sendiri dipatok dengan biaya sekitar Rp150.000. Sedangkan rumah sakit swasta yang sudah melayani rapid test antigen, salah satunya RS Graha Husada dengan tarif Rp225 ribu.
"Tarif rapid test antigen di rumah sakit kita Rp225 ribu mbak," singkat Humas RS Graha Husada Shanty, melalui pesan whatsApp. (*)
Video KUPAS TV : SANKSI TEGAS BAGI OKNUM POLISI NAKAL, HUKUMAN PENJARA HINGGA DIPECAT! - BIDPROPAM POLDA LAMPUNG.
Berita Lainnya
-
Bandar Lampung Sabet Juara I Nasional Creative Financing, Kemendagri Beri Penghargaan
Sabtu, 25 April 2026 -
Kunker ke Bandar Lampung, Mensos Dorong Akurasi dan Digitalisasi Data Bansos
Sabtu, 25 April 2026 -
Mendagri Ajak Lima Kepala Daerah di Sumbagsel Buat Program Konkret 2027-2029
Sabtu, 25 April 2026 -
ITERA Bakal Bangun Auditorium Raksasa Berkapasitas 5.000 Orang, Ajukan Anggaran Rp200 Miliar
Sabtu, 25 April 2026








