Pameran Temporer, Museum Lampung Usung Tema Piil Pesenggiri

Pameran Temporer di Museum Negeri Lampung Ruwa Jurai. Foto: Suhaili/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, UPTD Museum Negeri Lampung Ruwa Jurai menggelar Pameran Temporer yang berlangsung dari tanggal 16-22 Desember 2020 dengan mengusung Tema Piil Pesenggiri.
Kepala UPTD Museum Negeri Lampung Ruwa Jurai, Budi Supriyanto S.Sos M.Hum melalui Kasi Pelayanan UPTD Museum Negeri Lampung Rodi Hayani Samsun SH.M.I.P mengatakan, ada dua jenis pameran yang dilakukan di Museum Lampung, yaitu pameran tetap dan pameran temporer.
“Kalau pameran tetap dilakukan dalam satu jangka waktu yang panjang sesuai dengan visi misi museum untuk memperkuat jati diri. Maka yang disampaikan pada pameran tetap itu berkaitan dengan Lampung, baik dalam sejarah lingkungan alam dan kebudayaan,” kata Rodi Hayani Samsun, Jumat (18/12/2020).
Sedangkan pameran temporer, jelas dia, diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu dengan tema-tema tertentu.
“Piil Pesenggiri dikaitkan dengan koleksi yang kita punya. Maksudnya yakni Piil Pesenggiri itu kita akan arahkan sebagai sebuah filosopi masyarakat Lampung mempersatukan orang Lampung," lanjutnya.
"Tujuannya adalah kita mengingatkan kembali membangun filosopi yang dimiliki dengan konsep nilai-nilai dasar atau nilai universal yang berlaku di masa sekarang berkaitan dengan gotong royong, keterbukaan, menjaga nama baik dan sebagainya sehingga implementasi dari pameran itu sendiri adalah untuk menyampaikan itu,” tambahnya.
Rodi Hayani Samsun juga mejelakan, pemeran temporer adalah pameran yang diselenggarakan dalam sebuah jangka waktu tertentu, yang pendek dan dengan tema khusus, dengan tema-tema yang spesifik dengan koleksi-koleksi yang dipilih sedemikian rupa sehingga bisa mendukung pameran.
Menurutnya pameran ini akan berlangsung selama satu minggu yaitu dari tanggal 16-22 Desember 2020.
“Nanti juga akan kita dukung dengan virtual karena kemungkinan besar kunjungan tidak akan terlalu banyak. Alhamdulillah kemarin sudah mulai ada dari Lampung Timur yang hadir kesini kita akan dukung dengan dukungan channel YouTube museum,” jelasnya.
Ia mengaku, biasanya Pameran Temporer dilakukan di luar museum, namun kali ini lakukan di dalam museum karena sebuah strategi untuk menciptakan nuansa baru sehingga dapat memperlihatkan tema- tema tertentu sesuai set up yang telah disiapkan dan dapat mendorong masyarakat untuk datang.
“Pameran ini terbuka untuk umum atau semua kalangan, ini juga untuk menjawab tantangan dari masyarakat,” pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Toko Oleh-Oleh Khas Lampung Ditutup Satgas Covid-19 Karena Kebanyakan Pengunjung
Berita Lainnya
-
Dosen Magister Bahasa Inggris Universitas Teknokrat Terpilih Ikuti Laboratorium Penerjemah Sastra 2025 Kementerian Kebudayaan
Senin, 14 Juli 2025 -
4 Pencuri Motor Asal Lamtim Ditangkap di Bandar Lampung, Satu Diantaranya Mahasiswa
Senin, 14 Juli 2025 -
4 Jemaah Haji Bandar Lampung Wafat, Kemenag Tekankan Pentingnya Persiapan Fisik dan Mental
Senin, 14 Juli 2025 -
750 Warga Ikuti Program Umroh Bandar Lampung 2025, Kloter Pertama Berangkat 16 Juli
Senin, 14 Juli 2025