Kemiskinan di Lampung Diprediksi Meningkat Meski Bansos Sudah Digelontorkan
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung memprediksi jika angka kemiskinan di Lampung kondisi September 2020 yang akan dirilis pada Januari 2021 mengalami peningkatan, meski Pemerintah sudah banyak menggelontorkan bantuan sosial (Bansos) Covid-19.
Kepala Seksi Statistik Ketahanan Sosial BPS Lampung, Gita Yudianingsih mengatakan, meski bantuan sudah digelontorkan, namun tidak dapat meng-cover seluruh penduduk yang terdampak.
Idealnya, program bantuan akan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Mengenai apakah di tahun ini akan turun atau naik, tidak bisa hanya dilihat dari banyaknya jumlah penduduk miskin.
"Untuk kondisi Maret 2020 dibandingkan Maret 2019, jumlah penduduk miskin di Lampung mengalami penurunan," kata Gita, Rabu (16/12/2020).
Ia melanjutkan, angka kemiskinan yang dirilis oleh BPS adalah kemiskinan secara makro. Indikator yang digunakan adalah pengeluaran perkapita (per-orang) dalam sebulan. Seseorang dikatakan miskin jika pengeluaran perkapita di bawah garis kemiskinan.
"Misalnya garis kemiskinan Rp400.000 sebulan, maka jika ada orang dengan pengeluaran Rp380.000 sebulan, dikatakan penduduk miskin. Misal 1 rumah ada 4 orang, maka rumah tangga tersebut miskin jika pengeluarannya di bawah Rp1,6 juta," terangnya. (*)
Video KUPAS TV : Toko Oleh-Oleh Khas Lampung Ditutup Satgas Covid-19 Karena Kebanyakan Pengunjung
Berita Lainnya
-
Kunker ke Bandar Lampung, Mensos Dorong Akurasi dan Digitalisasi Data Bansos
Sabtu, 25 April 2026 -
Mendagri Ajak Lima Kepala Daerah di Sumbagsel Buat Program Konkret 2027-2029
Sabtu, 25 April 2026 -
ITERA Bakal Bangun Auditorium Raksasa Berkapasitas 5.000 Orang, Ajukan Anggaran Rp200 Miliar
Sabtu, 25 April 2026 -
WR III UIN RIL Tekankan Calon Duta Kampus Perkuat Karakter Intelektual, Spiritual, dan Integritas
Sabtu, 25 April 2026








