Pertumbuhan Ekonomi Lampung Kuartal III 2020 Minus 2,41 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik Lampung, Faizal Anwar. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung pada kuartal III tahun 2020 mengalami kontraksi atau minus 2,41 persen dibanding triwulan III pada tahun 2019.
Kepala BPS Lampung, Faizal Anwar mengatakan, dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha Industri pengolahan sebesar 10,08 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa serta impor barang dan jasa mengalami kontraksi pertumbuhan masing-masing sebesar 6,78 persen dan 7,45 persen.
"Namun ekonomi Provinsi Lampung triwulan III tahun 2020 ini mengalami pertumbuh sebesar 4,15 persen dibanding triwulan II yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,56 persen," katanya saat memberikan keterangan, Kamis (5/11/2020).
Faizal melanjutkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini disebabkan oleh sebagian besar lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Kecuali lapangan usaha real estate yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,04 persen.
Pada triwulan ini, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 18,78 persen. Hal ini terutama disebabkan adanya pelaksanaan rapid test massal dan swab test sebagai penanggulangan pandemi Covid-19.
Selanjutnya, pertumbuhan tertinggi diikuti Lapangan usaha industri pengolahan sebesar 10,26 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 7,95 persen.
"Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,22 persen. Seluruh provinsi di Pulau Sumatra juga mengalami kontraksi ekonomi," katanya.
Dari 10 Provinsi yang ada di pulau Sumatera, Provinsi Kepulauan Riau menempati urutan tertinggi yakni 5,81 persen, disusul Bangka Belitung 4,38 persen, Sumatera Barat 2,87 persen, Sumatera Utara 2,60 persen, kemudian Provinsi Lampung 2,41 persen.
Selanjutnya, Riau 1,67 persen, Sumatera Selatan 1,40 persen, Jambi 0,79 persen, Aceh 0,11 persen, dan Bengkulu 0,09 persen. (*)
Video KUPAS TV : Korupsi Dana Desa, Kepala Pekon Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pringsewu
Berita Lainnya
-
Bus Hangus Terbakar di Tol Bakter KM 93, Diduga Korsleting AC
Rabu, 14 Januari 2026 -
Lampung Pacu Swasembada Pangan, Target Cetak Sawah Baru 5.000 Hektar
Rabu, 14 Januari 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Kunjungan Proyek Untuk Mata Kuliah K3 di Pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2 Cilegon
Rabu, 14 Januari 2026 -
Beras SPHP Tidak Terserap Maksimal, Target 43.826 Ton, Terjual 17.759 Ton
Rabu, 14 Januari 2026









