Diduga Depresi, Seorang Pria di Ulubelu Tanggamus Nekat Gantung Diri
Warung tempat ditemukannya BR tewas gantung diri. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Tanggamus - Diduga depresi lantaran ditinggal istri dan anak, ditambah penyakit TBC yang tak kunjung sembuh, membuat BR (65), warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
BR ditemukan tewas tergantung di sebuah warung yang sudah lama tidak terpakai milik adiknya, DH (50) di Kecamatan Ulubelu, Jumat (30/10/2020) sekira pukul 09.00 WIB.
DH tak menyangka jika kakaknya akan senekat itu mengakhiri hidupnya. Walau ia mengakui beban yang dialami kakaknya cukup berat. Selama 40 tahun, sang kakak harus memendam kerinduan dan kesepian setelah ditinggalkan istri dan anaknya.
"Selama 40 tahun almarhum selalu mencari keberadaan anak dan istrinya, tetapi tak pernah ketemu. Ditambah almarhum juga menderita penyakit TBC yang tak kunjung sembuh, mungkin itu yang membuat almarhum nekat," kata DH.
Baca juga : Seorang Warga Tanggamus Positif Covid-19 dari Tracing Kepala Puskesmas Pembantu
Malam sebelum kejadian, BR dan adiknya sempat ngobrol, sampai akhirnya DH pamit tidur. Kemudian sekira pukul 01.00 WIB, DH bangun hendak melaksanakan salat malam, ia tidak melihat almarhum berada di kamarnya. Dalam benaknya, menyangka jika almarhum bermalam di rumah kerabat atau di rumah tetangga samping rumah.
"Almarhum memang sering minap di rumah kerabat atau rumah tetangga," lanjutnya.
Tetapi hingga pukul 07.00 WIB almarhum belum pulang ke rumah, sehingga DH dan kerabat lainnya mencari keberadaan almarhum, tetapi tidak ditemukan.
Lalu sekitar pukul 09.00 WIB, adik almarhum yang lain bernama HD (36) melihat pintu warung milik DH yang sudah lama tidak dipakai terbuka. Merasa curiga, DH langsung mengecek warung, dan alangkah kagetnya ia saat melihat kakaknya tergantung dengan seutas tambang yang dilapisi sarung berwarna cokelat.
Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Ramon Zamora mengatakan, saat ditemukan tubuh almarhum tidak ditemukan tanda bekas kekerasan.
"Diperkirakan korban sudah meninggal selama 12 jam sebelum ditemukan. Korban sudah dimakamkan dan keluarga menerima sebagai musibah dan menolak diautopsi," terang Ramon. (*)
Video KUPAS TV : Personel Basarnas Siaga di Pelabuhan Bakauheni Saat Libur Panjang
Berita Lainnya
-
Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas Saat Demo di Balai TNWK
Selasa, 13 Januari 2026 -
Massa Aksi Kepung Balai TNWK, Tuntut Penyelesaian Konflik Gajah-Manusia
Selasa, 13 Januari 2026 -
Edarkan Uang Palsu, Pemuda 18 Tahun Diciduk Polisi di Natar
Selasa, 13 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026









