Provinsi Lampung Periksa 19.698 Spesimen Swab Selama Pandemi
Juru bicara posko satuan tugas penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 19.698 spesimen swab di Provinsi Lampung diperiksa selama pandemi Covid-19. Dari total angka tersebut, sebanyak 2.705 dinyatakan positif dan sisanya sebanyak 16.993 dinyatakan negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, jumlah pemeriksaan swab tersebut dilakukan sejak tanggal 14 Mei sampai dengan 24 Oktober 2020. Serta dilakukan di beberapa tempat.
Beberapa tempat tersebut diantaranya, menggunakan empat alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ada di UPTD Labkesda Provinsi Lampung, RSUD Abdul Moeloek, BBPOM Bandar Lampung dan di Balai Veteriner.
Baca juga : Update Covid-19 Lampung 25 Oktober: Positif Bertambah 50 Orang Jadi 1.601 Kasus
Selanjutnya, juga menggunakan tiga alat tes cepat molekuler (TCM) yang berada di rumah sakit Menggala Kabupaten Tulang Bawang, RSUD Ahmad Yani kota Metro dan di RSUD Pringsewu.
"Dari jumlah swab 19.698 spesimen swab, namun untuk orangnya sekitar 5.000-an, karena 1 orang bisa 2 hingga 3 kali diperiksa," kata Reihana, saat memberikan keterangan, Minggu (25/10/2020).
Baca juga : Tiga Pasien Covid-19 di Lampung Meninggal Dunia, Ini Riwayatnya
Reihana melanjutkan, pemeriksaan spesimen swab di Lampung dalam setiap harinya tidak menentu. Tergantung dengan berapa banyak sampel yang diterima untuk kemudian dibagikan di setiap tempat yang memiliki alat PCR.
"Namun pernah sampai 400 spesimen swab. Untuk hari ini saja kita memeriksa 440 spesimen swab dengan positif 50 orang," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Kota Bandar Lampung Kembali Masuk Zona Merah Penularan Covid 19
Berita Lainnya
-
52 Kecelakaan Terjadi Selama Arus Mudik Lebaran 2026 di Lampung, 13 Orang Meninggal Dunia
Kamis, 26 Maret 2026 -
BGN Hentikan Sementara 1.528 Dapur MBG, Ini Alasannya
Kamis, 26 Maret 2026 -
Disnaker Lampung Terima 13 Laporan terkait Perusahaan Belum Bayar THR
Kamis, 26 Maret 2026 -
96.000 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN
Kamis, 26 Maret 2026








