Tak Sesuai Teknis, Proyek APBN di Lambar Lakukan Pengaspalan Saat Hujan
Proyek pelapisan aspal dan penanganan longsor kecil di Lampung Barat. Foto: Iwan/Kupastuntas.co
Lampung Barat, kupastuntas.co - Proyek Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk rehabilitasi tambal sulam jalan dengan hotmik, pelapisan aspal dan penanganan longsor kecil seperti talud dan normalisasi drainase di Lampung Barat yang dikerjakan oleh PT. Soyuren Indonesia kembali mendapat kritikan.
Jika sebelumnya dikritik karena pada pengerjaan dinding talud tidak menggunakan batu belah melainkan batu bulat, kini proyek milik Sibron Azis pengusaha yang di OTT KPK atas kasus suap fee proyek infrastruktur Kabupaten Mesuji pada tanggal 23 Januari 2019 yang lalu dikritik karena melakukan pengaspalan saat hujan turun tepatnya di Pekon Kerang, Kecamatan Batu Brak.
Wakil ketua II DPRD Lampung Barat, Erwansyah dimintai tanggapan terkait pekerjaan tersebut mengatakan apapun alasannya jika melakukan pengaspalan saat turun hujan itu tidak benar dan jelas saja sudah keluar dari teknis yang ditentukan sehingga berdampak terhadap rendahnya kualitas pekerjaan.
"Secara kualitas itu tidak boleh, semestinya dilakukan saat matahari cerah bukan malah saat datang hujan. Secara ilmu teknis juga pasti pendapat nya sama dengan saya. Logika nya saja bagaimana bisa ketemu aspal panas sedangkan ada air hujan, bisa dipastikan daya rekat nya itu tidak maksimal," kata Erwansyah, Jum'at (2/10/2020).
Ia mengatakan jiika berbicara kualitas, mestinya tidak begitu dan seharusnya pelaksana lapangan maupun konsultan pengawasnya memberikan teguran bukan malah dibiarkan sehingga kualitas jalan bisa maksimal.
"Jika ada bentuk pelanggaran kualitas, tidak mungkin bisa mendapat kulitas baik. Jangan ada pembiaran dalam pelaksanaan kegiatan itu, pihak terkait harus lebih teliti dan memberikan warning arah teknis yang baik supaya menghasilkan yang bagus pula," tegas politisi Partai Gerindra ini.
Sedangkan pengawas lapangan, Henri Dumar dilokasi mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak nya itu sah-sah saja, tidak ada masalah karena hanya hujan kecil atau grimis bukan hujan deras yang penting suhunya masuk.
Padahal, Alim warga setempat yang rumahnya disekitar lokasi membenarkan ada pengaspalan saat hujan.
"Iya betul, tadi hujan deras tapi pengaspalan tetap dilakukan. Kalau mengenai boleh atau tidak nya kami masyarakat awam tidak paham, yang jelas memang ada aktivitas walaupun datang hujan," sampainya. (*)
Video KUPAS TV : Melihat Usaha Ecoprint, Pembuatan Motif dan Pewarna Pakaian Menggunakan Daun
Berita Lainnya
-
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Parosil Pastikan Pembangunan Adil Merata
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026









