Bawaslu Petakan 5 Daerah Rawan Politik Uang di Bandar Lampung
Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah saat dimintai keterangan di Balroom Hotel Emersia, Selasa (22/09/2020). Foto: Sule/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, kupastuntas.co - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Bandar Lampung telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang dikategorikan menjadi daerah rawan politik uang.
Dari hasil pemetaan disebutkan sedikitnya ada lima daerah atau kecamatan yang dikategorikan rawan politik uang yakni Kecamatan Panjang, Teluk Betung Utara, Teluk Betung Selatan, teluk Betung Timur, dan Teluk Betung Barat yang notabanenya adalah wilayah pesisir yang berada di Bandar Lampung.
Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah mengatakan, pihaknya telah memetakan daerah-daerah yang paling rawan dalam politik uang. Menurut Candra daerah pesisir masih daerahnya yang paling rawan.
"Karena kita berkaca dengan pemilu kemarin, masih banyak politik uang di daerah tersebut. Kita sudah memetakan, ada 5 kecamatan yang menurut kami yang paling rawan, karena ada history dengan pemilu kemarin, jadi berdasarkan dengan daerah daerah padat, dan juga ada history terjadinya politik uang," ungkapnya.
Selain itu, di daerah Pesisir juga rawan terkait pemutakhiran data pemilih, seperti di Teluk Betung Barat. Hal ini dikarenakan banyaknya perumahan elit dan juga di atas bukit yang sulit untuk di jangkau.
"Tapi kami sudah koordinasi dengan KPU bagaimana cara pemutakhiran data pemilih. Nanti kita akan lakukan koordinasi dengan jajaran kita, khusus terkait dengan kerawanan," ujarnya. (*)
Video KUPAS TV : EDWARD ANTONY TIDAK TERGANTIKAN ALI RAHMAN TIDAK MENGGANTI, TAPI MENERUSKAN PERJUANGAN! PART 2
Berita Lainnya
-
Bandar Lampung Sabet Juara I Nasional Creative Financing, Kemendagri Beri Penghargaan
Sabtu, 25 April 2026 -
Kunker ke Bandar Lampung, Mensos Dorong Akurasi dan Digitalisasi Data Bansos
Sabtu, 25 April 2026 -
Mendagri Ajak Lima Kepala Daerah di Sumbagsel Buat Program Konkret 2027-2029
Sabtu, 25 April 2026 -
ITERA Bakal Bangun Auditorium Raksasa Berkapasitas 5.000 Orang, Ajukan Anggaran Rp200 Miliar
Sabtu, 25 April 2026








