IDI Sarankan Tak Lagi Pakai Masker Scuba Untuk Pencegahan Covid-19
dr. Aditya saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, di PMI Provinsi Lampung, Senin (17/9/2020). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Bandar Lampung , kupastuntas.co - Ketua ikatan dokter Indonesia (IDI) cabang Bandar Lampung, dr. Aditya M. Biomed menyarankan, masyarakat untuk tidak lagi menggunakan masker scuba.
Menurutnya, masker yang terdiri dari satu lapisan itu terlalu tipis dan banyak pori-porinya, oleh karena itu memungkinkan virus Corona masih bisa menembus masuk ke dalam tubuh.
"Ada beberapa artikel juga yang melarang, ternyata di masker jenis scuba itu banyak pori-porinya. Maka kurang efektif dalam menangkal virus corona," kata dr. Aditya, di ruang kerjanya, di PMI Provinsi Lampung, Senin (17/9/2020).
Sebagai pencegahan, Ia merekomendasikan masker bedah atau masker kain yang terdiri dari dua atau tiga lapisan kain yang didalamnya bisa dikasih tisu dari pada masker scuba.
"Karena kegunaan masker itu sendiri untuk melindungi kita dari virus melalui batuk dan bersinnya orang lain atau sebaliknya. Jika pungsinya masker sebagai filter itu tidak maksimal ya jadi mubazir juga," ungkapnya.
Segala pengetahuan tentang covid-19 termasuk masalah masker ini berkembang. Awalnya memang tidak ada yang menelitinya, namun sekarang ternyata masker scuba termasuk masker kain yang proteksinya tidak terlalu kuat. Setiap renggangan yang ditimbulkan pori-pori dari masker scuba tersebut akan melebar. Hal inilah yang menyebabkan daya tapisnya akan jauh berkurang.
"Saya juga tadinya memakai masker scuba, tapi setelah tau jadi tidak di pakai lagi. Karena itu kita saranin agar tidak memakai masker jenis scuba lagi, terlalu beresiko," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : Perayaan Hari Raya Galungan di Pekon Marang Pesisir Barat
Berita Lainnya
-
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026 -
Program Balik Kerja BPKH 2026, 675 Perantau Lampung Diberangkatkan Gratis
Senin, 23 Maret 2026








