Guru di Lampung Diminta Terapkan Moderasi Beragama pada Sistem Pembelajaran
Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Wasril Purnawan, saat mengisi materi diklat penguatan kompetensi bagi kepala madrasah dan raudhatul athfal di Hotel Nusantara, Kota Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020). Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Selatan menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) penguatan kompetensi bagi Kepala Madrasah dan raudhatul athfal di Hotel Nusantara, Kota Bandar Lampung, Selasa (15/9/2020).
Adapun salah satu materi dalam diklat tersebut yakni mengenai peningkatan sumber daya manusia di Kementerian Agama dalam menyemai budaya damai dan rukun, melalui kampanye moderasi (tidak berlebihan) beragama dan penguatan kearifan lokal pada jalur pendidikan.
Dalam penyampaian materi, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Wasril Purnawan mengatakan, saat ini para guru dituntut untuk kreatif mendesain model pembelajaran, termasuk menekankan nilai sikap saling menghargai.
"Peserta didik sejak dini belajar menghargai perbedaan dan mampu mengelola perbedaan itu menjadi kekuatan. Persoalannya bagaimana itu mengemasnya dalam pembelajaran di sekolah,” ujar Wasril.
Wasril mengakui saat ini masih ada sebagian kelompok atau individu masyarakat di Indonesia yang kurang memahami dan menerima adanya keberagaman. Padahal menurut dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki beragam kultur, etnik dan agama.
"Memang tidak bisa dipungkiri ada kecenderungan orang yang merasa paham yang dia miliki itu lebih baik dari orang lain, sehingga mengabaikan kemungkinan kebenaran dari paham orang lain. Perilaku itu yang sekarang muncul hanya karena berbeda pilihan, melihat sesuatu hanya hitam dan putih,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Bidang Agama, Sosial dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung itu menjelaskan, nilai moderasi beragama merupakan program nasional. Dimana kampanye nya bukan hanya di tingkat Kementerian Agama saja, melainkan lintas kementerian, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
"Bukan hanya melalui jalur madrasah, kita juga lakukan kampanye di jalur penyuluh agama, di tingkat masyarakat juga diberi penguatan,” terangnya. (*)
Video KUPAS TV : SERENTAK! POLRES TANGGAMUS, TNI DAN FORKOPIMDA BAGIKAN SERIBU MASKER
Berita Lainnya
-
Banyak Karangan Bunga di Lokasi Tewasnya Brigadir Arya Supena, Toko Baru Pasang CCTV Pascakejadian
Senin, 11 Mei 2026 -
Aksi Tawuran Marak, Disdikbud Lampung Intensif Awasi Sekolah Rawan
Senin, 11 Mei 2026 -
Polda Tunggu Audit BPKP untuk Tetapkan Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Honorer di Metro
Senin, 11 Mei 2026 -
Target Investasi Lampung 2026 Naik Jadi Rp16,2 Triliun, Pemprov Siapkan Kemudahan bagi Investor
Senin, 11 Mei 2026








