Akademisi : 70 Persen Indonesia Akan Alami Resesi
Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik yang juga Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung, Syahril Daud. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastunt6as.co, Bandar Lampung - Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik yang juga Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung, Syahril Daud mengatakan, jika 70 persen Indonesia akan mengalami resesi (pertumbuhan yang semakin memburuk) pada akhir tahun 2020.
Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi khususnya Lampung yang selama II semester terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.
"Bahkan di catur wulan kedua itu sudah minus 3,57 mengarah ke minus 6. Ini otomatis akan terjadi resesi," katanya, saat dimintai keterangan, Senin (31/8/2020).
Daud selaku Pengamat Ekonomi menilai jika resesi akan terjadi pada akhir tahun 2020. Namun sebagian besar juga ada yang menilai jika resesi akan terjadi pada bulan September hingga Oktober 2020.
"Karena pertumbuhan ekonomi tidak ada, perusahaan semua pada stagnan terutama dipergerakan ekonomi mikro di tengah masyarakat pada vakum semua. Kita lihat sudah mengarah 60 sampai 70 persen mengarah ke resesi," timpalnya.
Menurut Daud, resesi yang terjadi di Indonesia tentunya juga akan berimbas hingga Provinsi Lampung. Hal tersebut karena keuangan daerah bersumber dari Pemerintah Pusat.
Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepada Pemerintah Daerah untuk menghentikan sementara kegiatan pembangunan infrastruktur yang menelan biaya besar.
"Hentikan dulu atau kurangi pembangunan infrastruktur yang menelan biaya besar. Harus prioritas dalam penggunaan anggaran terutama hal yang menyangkut fisik seperti jalan dan jembatan," bebernya.
Pemerintah Daerah harus fokus terhadap pemberian stimulus kepada ekonomi mikro sebagai tempat perputaran uang ditingkat masyarakat namun sangat terdampak pandemi Covid-19.
Menurut Daud, adanya ekonomi makro karena terbentuknya ekonomi mikro di masyarakat. "Jika ekonomi mikro tidak ada pertumbuhan, tidak ada daya beli otomatis tidak ada perputaran uang dan ekonomi tidak akan bergerak," terangnya.
Selain fokus terhadap pertumbuhan ekonomi, dirinya pun menyarankan agar pemerintah juga fokus terhadap penanganan Covid-19.
"Fokus untuk sama-sama bagaimana penanganan Covid-19 ini. Karena semua kan karena Covid," tutupnya. (*)
Video KUPAS TV : Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Lampung Masuki Masa Pensiun
Berita Lainnya
-
Tradisi Lebaran Empat Kampung di Ranau: Dari Takbiran Hingga Salat Id Bersama
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Lintas Organisasi Turut Amankan Sholat Id di Bandar Lampung, Dirbinmas: Wujud Nyata Toleransi
Jumat, 20 Maret 2026 -
Didukung Extra Flight, Bandara Radin Inten II Layani 5.323 Penumpang Selama Arus Mudik
Jumat, 20 Maret 2026 -
Mudik Memuncak di H-3, Polda Lampung Kawal Ketat Pemudik Roda Dua
Jumat, 20 Maret 2026








