• Selasa, 13 Mei 2025

Masih Bakal Calon, Sudah Panas Dingin oleh Sulaiman

Minggu, 30 Agustus 2020 - 22.40 WIB
570

Sulaiman

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebanyak 9 Provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota di Indonesia, akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang. Sedikitnya ada 20 partai Politik di tambah 4 partai politik khusus di daerah istimewa Nanggroe Aceh Darussalam yang akan mewarnai ajang lima tahunan itu.

Dari 37 kota yang akan melaksanakan Pilkada adalah Kota Bandar Lampung yang merupakan Ibukota dari Provinsi Lampung yang berada di Pulau Sumatera. 

Sampai saat ini, tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung baru sampai tahapan awal, di mana Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang repot-repotnya melakukan rekapitulasi jumlah pemilih yang akan menyuarakan harapannya kepada calon pemimpin selama lima tahun ke depan.

Belum ada calon Kepala Daerah, karena pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah baru akan dimulai pada 4 September 2020. Itupun belum langsung diterima sebagai calon, harus melewati tahapan pengecekan berkas, perbaikan berkas, hingga akhirnya akan diumumkan sebagai calon pada 23 September 2020. 

Anehnya, meskipun belum tentu akan menjadi calon, tetapi para calon penguasa ini sudah merasa 'Panas Dingin'. Padahal setelah pendaftaran nanti, masih ada waktu 19 hari untuk dirinya ditetapkan sebagai calon kepala daerah. Itupun masih sebagai Calon, dimana belum tentu juga terpilih.

Upaya demi upaya menjatuhkan martabat bakal calon lawan dan martabat dirinya sendiri sudah mulai dilakukan. Mulai dari membicarakan keburukan lawan dihadapan pendukung. Memberikan sembako bergambar dirinya dengan alasan peduli kemanusiaan atau bakti sosial. 

Membuat selembaran untuk tidak menerima politik uang, memasang audio ceramah agama tentang politik uang di pengeras suara setiap dijalan raya. Menghalangi partai lawan dan lawan kandidat untuk sosialisasi. 

Memasang banner besar dengan tulisan 'masyarakat peduli demokrasi, tolak politik dinasti'. Bersaing mencari muka ke Partai Politik dengan memasang baliho besar ucapan selamat kepada pimpinan partai, yang belum tentu diberikan rekomendasi.

Aguuuuuuy. Ada apa dengan yang sekali lagi baru 'Bakal Calon' pemimpin ini? Kenapa seketika berubah dan bertingkah seperti anak-anak SD yang mau jadi ketua kelas?

Sebagai rakyat biasa yang hanya punya rasa. Penulis berharap, para bakal calon sabarlah sebentar. Nikmati waktu sebelum diumumkan KPU. Perbanyaklah berdoa, agar diberi kesehatan jasmani dan rohani. Jalani setiap tahap dengan mantap. Ikuti alur sesuai jalur.

Caranya bagaimana? Begini, pertama, setelah mendapat rekomendasi dari partai koalisi yang akan minta dibagi setelah jadi. Daftarkan diri sebagai Bakal Calon di tanggal empat, datang ke KPU bawa surat yang diberikan Partai sebagai 'amanat'. Setelah itu ada waktu 19 hari, perbaiki apa yang harus diperbaiki, apa yang kurang dicukupi.

Setelah jadi calon, jangan kayak balon, lepas nggak ada arah. Jangan! Tapi kampanye seperti orang berpantun, santun, lembut dan tersusun, dan jangan mau dituntun!

Kemudian, bertemu dengan masyarakat, perkenalkan diri tapi jangan merasa paling tinggi dan hebat. Tunjukan bahwa kita orang Timur yang berpegang erat pada kultur dari para leluhur yang berbudi luhur.

Cukup sadar diri, buang rasa iri, percaya diri. 

Dan terakhir jaga diri, hati-hati ini lagi Covid, waktu masih panjang, jangan sampai foto saja yang terpajang, tapi tidak jadi berjuang. 

Terakhir, kalau 'Panas Dingin' langsung dikerokin agar tidak mengendap di batin. Semoga Bandar Lampung akan mendapatkan seseorang yang benar-benar baik dan layak jadi memimpin. (*)