Irigasi Rusak, Puluhan Hektar Sawah di 5 Pekon Tanggamus Tak Bisa Digarap
Area sawah di Kebandakhan Pertiwi Kecamatan Cukuhbalak, Tanggamus terlantar ditumbuh semak akibat tidak bisa digarap petani setempat. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Tanggamus - Akibat irigasi rusak tertimbun longsor, puluhan hektar sawah di lima pekon di wilayah Kebandakhan Pertiwi, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus, tidak bisa ditanami padi dan ditumbuhi semak belukar.
Kelima pekon tersebut yakni Pekon Kejadian Lom, Tanjung Jati, Tanjung Raja, Gedung dan Pekon Way Rilau. Sedangkan irigasi yang rusak berada di daerah Kekhung Way Pertiwi di Pekon Sukapadang, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus.
Warga dan pemilik sawah sudah berupaya gotong royong membenahi saluran irigasi yang terdampak longsor tersebut menggunakan peralatan seadanya seperti garpu tanah dan cangkul. Namun karena kerusakannya sangat parah dimana irigasi yang ada sudah tertutup material longsor dan rata dengan posisi sawah, ditambah hujan deras dan banjir saluran yang dikerjakan warga kembali tertimbun.
“Sudah setahun lebih irigasi ini tertimbun longsor. Petani di sini kesulitan mengolah sawah, karena tidak ada air. Posisi irigasi ini penting, sumber pengairan untuk sawah di enam pekon di Kebandakhan Pertiwi," kata Bayuti, petani setempat, Kamis (27/8/2020).
Bayuti dan ratusan petani setempat berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus segera memberikan bantuan agar irigasi ini dikeruk dan diperbaiki. "Hanya alat berat yang bisa mengeruk irigasi ini agar bersih dari material yang menutupi," tambahnya.
Sahril, seorang petani di Pekon Gedung menuturkan, akibat tidak berfungsinya irigasi, sawah mereka kering dan tanahnya retak. "Setahun lebih sawah tidak bisa digarap karena kekeringan. Padahal, sebelumnya sawah di sini sangat potensial karena ditanam dua kali setahun dan produksinya tinggi mencapai lima ton per hektare," katanya.
Para petani pemilik sawah yang kekeringan tersebut, kini beralih menanam sayur-mayur dan pekerjaan serabutan.
"Kami sudah berkali-kali melaporkan kerusakan irigasi ke pihak pekon, camat, PPL, DPRD dan Pemkab Tanggamus, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki," ujar Din, petani sawah di Pekon Kejadian Lom. (*)
Berita Lainnya
-
Dua Gorong-gorong Ambrol di Talang Rejo, Akses Alternatif Kotaagung Terancam Putus
Rabu, 08 April 2026 -
BPKH Wilayah XX Bandar Lampung: Trase Jalan Way Nipah-Tampang Muda Tanggamus di Luar Kawasan Hutan
Jumat, 03 April 2026 -
Tersangka Curanmor di Pulau Panggung Tanggamus ODGJ Berat, Keluarga Soroti Penahanan
Minggu, 29 Maret 2026 -
Baru Bebas, Residivis Curas Kembali Bunuh Orang di Wonosobo Tanggamus
Minggu, 22 Maret 2026








